Berita

Jenderal Badrodin Haiti:net

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Badrodin Haiti: Tambahan Anggaran Itu Untuk Membangun Markas Densus 88 & Update Peralatan

SENIN, 22 FEBRUARI 2016 | 09:06 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jenderal Badrodin mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp 1,9 triliun untuk peningkatan kinerja Detase­men Khusus (Densus) 88 dalam memerangi terorisme dan kejahatan khusus lainnya.

Tambahan anggaran itu, dijelaskan Jenderal Badrodin, tidak dimintakan sekaligus, tetapi secara bertahap. Menurut Badrodin, besaran tambahan anggaran yang diajukannya itu sejatinya masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional Densus 88. Berikut petikan wawancara Rakyat Merdeka dengan Jenderal Badrodin Haiti.

Apa urgensinya sehingga anggaran Densus 88 perlu ditambahkan?

Ya selama ini memang angga­ran kita masih minim. Tidak men­cukupi, makanya kita ajukan.

Ya selama ini memang angga­ran kita masih minim. Tidak men­cukupi, makanya kita ajukan.

Apakah tambahan angga­ran itu peruntukannya hanya untuk Densus 88?

Iya, itu hanya untuk Densus 88 saja.

Apakah penambahan ang­garan sebesar itu langsung diberikan kepada Densus 88?

Mungkin tidak sekaligus. Ya dilakukan secara bertahap.

Tidakkah 'kegedean' ang­garan yang diminta itu?

Ya enggaklah, malah mungkin itu masih kurang kok.

Peruntukannya untuk apa saja?
Jadi, waktu itu Pak Menkopolhukam berkunjung ke Densus 88, dan diperiksa, beliau bilang, kok pasukan khusus seperti Densus 88 ini tempatnya tidak memadai, peralatannya juga tua-tua. Yang namanya Densus ya tidak boleh asal-asalan. Nah, dari situ disampaikan kebu­tuhan-kebutuhan wajib, maka diajukanlah anggaranpenam­bahan.

Jadi, penambahan anggaran itu diperuntukkan untuk Mako (Markas Komando) Densus 88, sebab selama ini masih campur baur dengan satuan lainnya.

Selain itu untuk apa lagi...

Kedua, peruntukkannya juga untuk teknologi dan peralatan ter-update. Setiap tahun kan ada update peralatan dan teknologi. Kalau tidak di-update ya keting­gal nanti Densus kita. Sekarang ini peralatan kita sudah tua-tua. Ketiga, untuk personel. Densus 88 perlu ditambah personelnya. Dan untuk merekrut personel Densus 88 bukan persoalan mu­dah. Harus yang terpilih, dengan kemampuan dan kapasitas yang khusus. Jadi tidak gampang. Densus ini kan tersebar ke selu­ruh daerah, dan selama 365 hari dalam setahun harus siaga dan waspada. Anda bisa bayangkan jika lengah sedikit saja dan tiba-tiba ada serangan teroris,wah bisa kacau kita. Keempat, perlu penambahan anggaran untuk peningkatan kemampuan per­sonel Densus 88. Pelatihan-pelatihan dan kapasitas.

Apakah sudah disetujui anggarannya?

Saya kira sudah. Sebab, ini kan kebutuhan dan langsung disampaikan melalui Bapak Presiden.

Soal Terorisme, Bagaimana perkembangan penanganan dan pengejaran terorisme?
Di Poso ada 4 orang yang ditembak dan ditangkap. Satu orang meninggal dalam tem­bak menembak, dan tiga orang lagi tertembak dan masih hidup. Sedangkan anggota kita ada satu orang tertembak tangannya.

Bagaimana proses tembak menembak terjadi?
Jadi mereka itu, pelakunya yakni terorisnya sudah bikin ulah beberapa kali. Pelaku menyerang dan menembak Kapolsek Ambalawi, Bima, Nusa Tenggara Barat pelaku yang sama juga menyerang patroli Brimob dan yang sedang bertugas di pos.

Selain di Poso, apakah ada perkembangan pengejaran lainnya?
Ya, hari ini (Jumat, 19 Februari 2016) ditangkap sebanyak 5 orang di Jawa Timur. Itu kelom­pok yang berbeda dengan yang di Poso.

Yang di Jawa Timur kelom­pok mana?
Yang ditangkap di Jawa Timur itu berhubungan dengan seran­gan Bomb teroris di Sarinah, Jalan Thamrin tempo hari.

Bagaimana mengenai im­bauan terkait makanan be­racun?
Ya itu kan berupa imbauan. Sebab, serangan teroris itu mempergunakan segala mo­dus. Sasarannya juga Polisi. Serangan makanan yang dira­cun kan sudah pernah terjadi di Polsek Kemayoran. Demikian pula serangan bentuk lainnya, ada berupa senjata api, bom, senjata tajam, kekerasan lainnya dan juga racun. Itu semua saya imbau agar waspada dengan semua kemungkinan dan modus yang dilakukan teroris terhadap Kepolisian. Beberapa tahun lalu, juga pernah kejadian polisi diserang, ditembak di Pamulang. Aksi bom bunuh diri juga pernah terjadi di Mesjid di Cirebon. Jadi ya semua modus dipergunakan teroris. Maka saya imbau harus waspada. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya