Berita

net

Kesehatan

Solusi Rumah Indah Bebas Nyamuk

RABU, 17 FEBRUARI 2016 | 22:25 WIB | LAPORAN:

Metode Menguras, Menutup dan Mengubur atau yang dikenal dengan 3M dalam pencegahan penyakit yang disebabkan nyamuk seperti Malaria, Demam Berdarah hingga Virus Zika memang lazim dipraktekkan masyarakat Indonesia.

Namun, dengan mendesain rumah agar mendapat pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang baik bisa menjadi alternatif selain metode 3M dalam mengusir nyamuk

Untuk mewujudkan rumah indah bebas nyamuk Principal Architect Atelier Riri Novriansyah menjelaskan, bangunan rumah meski memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan alam. Hal ini untuk mengupayakan agar rumah terhindar dari nyamuk.


"Sifat nyamuk yang suka bersarang di lingkungan yang lembab, dingin, dan gelap sebenarnya dapat dicegah melalui beberapa pendekatan terkait dengan desain bangunan. Salah satunya adalah dengan mengupayakan agar bangunan rumah memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan alami," ungkap Riri dalam workshop 'Rumah Indah Bebas Nyamuk' di Jakarta, Rabu (17/2)

Menurutnya, dalam mewujudkan rumah indah bebas nyamuk menjadi sebuah tantangan bagi PT. Kansai Perkasa Paint. Sebagai produsen cat terkemuka, Kansai Paint menghadirkan solusi melalui produk cat tembok interior Kansai Anti-Mosquito yang memiliki kemampuan untuk menolak nyamuk serta aman bagi keluarga.

Yoshinobu Ihara selaku Sales and Marketing Director of Kansai Paint menjelaskan prodak cat anti nyamuk tersebut sudah diuji di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan terbukti efektif melindungi keluarga Indonesia dari gigitan nyamuk. Bahkan produk tersebut aman untuk semua umur.

Ihara menambahkan, Kansai Anti-Mosquito mampu mewujudkan rumah yang lebih sehat karena meminimalisir penggunaan zat penolak nyamuk secara terus menerus dalam jumlah yang banyak.

Di samping itu, Kansai Anti-Mosquito juga mampu memperindah rumah keluarga Indonesia melalui beragam pilihan warna dengan daya tutup yang baik serta hasil akhir yang halus. Ini membuat setiap ruangan tampak menawan dan mencegah sifat nyamuk yang bersarang di lingkungan gelap

"Kami di Kansai Paint bekerja dengan semangat dan komitmen untuk memberikan nilai lebih kepada masyarakat, antara lain melindungi kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan dengan kemampuan yang kami miliki. Kansai Anti-Mosquito merupakan curahan seluruh pemikiran dan kemampuan kami dalam menghadirkan produk yang tidak hanya inovatif tapi juga memberi nilai lebih bagi masyarakat luas, terutama orang-orang yang Anda cintai yaitu keluarga Anda," jelas Ihara. [wah] 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya