Berita

Pertahanan

KSAL Buka FPC Komodo Exercise 2016

SELASA, 16 FEBRUARI 2016 | 09:56 WIB | LAPORAN:

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi membuka Final Planning Conference (FPC) di Hotel Mercure, Padang, Selasa (16/2).

Kegiatan ini dalam rangka persiapan kegiatan International Fleet Review (IFR) 2016, 2nd Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2016, dan 15 th Western Pacific Naval Symposium (WPNS) 2016

FPC rencananya dilaksanakan dua hari, tanggal  16 dan 17 Februari 2016. Kegiatan akan dihadiri pejabat teras  TNI AL antara lain, para Asisten Kasal,  Pangarmabar, dan Pangarmatim, serta Pejabat Pemda setempat.


FPC merupakan tahap kelanjutan dari kegiatan Initial Planning Conference (IPC) yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta pada tanggal 15-16 Juni 2015 yang dihadiri oleh 24 negara. Kemudian tahap Mid Planning Conference (MPC) di Hotel Kartika, Bali pada tanggal 15-16 Oktober 2015, dan akan dilanjutkan site survey  di Padang yang direncanakan pada tanggal  15-17 Februari 2016.

FPC merupakan persiapan akhir sebelum pelaksanaan Komodo Exercise 2016.

Agenda kegiatan FPC akan membahas mengenai perencanaan Latihan Multilateral Naval Exercise Komodo 2016 untuk tanggal 12-16 April 2016 di Padang dan Kepulauan Mentawai. Latihan Angkatan Laut dari negara-negara yang berbeda secara historis ini akan bekerjasama dalam skenario latihan mulai dalam misi bantuan kemanusian seperti Medical Civic Action Project (MEDCAP) dan Engineering Civic Action Project (ENCAP), serta rencana latihan dalam Maritime Peace Keeping Operation (MPKO).

Pelaksanaan  FPC kali ini dihadiri delegasi 28 negara dg 65 delegasi antara lain, Australia, Bangladesh, Brazil, Brunei Darussalam, Chile, China, France, Japan, Korea Selatan, Kuwait, Laos, Malaysia,  New Zealand, Peru, Philippines, Papua New Guinea, Polandia, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Srilangka, Thailand, Timur Leste, United Kingdom, USA, Vietnam, India,

Komodo Exercise atau Multilateral Naval Exercise Komodo 2016 merupakan latihan multilateral yang diselenggarakan oleh TNI AL. Dilaksanakan secara rutin setiap dua tahun sekali, Komodo Exercise merupakan Latihan AL Multilateral yang diikuti oleh negara-negara anggota Western Pacific Naval Symposium (WPNS), Indian Ocean Naval Symposium (IONS) dan  negara sahabat lainnya. Latihan tersebut pertama kali dilaksanakan pada tanggal 29 Maret s.d. 3 April 2014 di Batam, Kepulauan Anambas dan Natuna, Kepulauan Riau.

Latihan multilateral Naval Komodo Exercise atau  2nd Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2016 dirangkai dengan International Fleet Review (IFR) 2016, 15 th Western Pacific Naval Symposium (WPNS) 2016. Dalam Komodo Exercise ini akan dilaksanakan Naval Workshop, Maritime Exhibition, Engineering Civic Action Program (Encap) dan Medical Civic Action Program (Medcap) di Padang dan Kepulauan Mentawai (Pulau Sipora dan Pulau Siberut).

Kegiatan latihan multilateral ini akan diikuti oleh angkatan laut dari 36 negara dengan tema latihan kesiapsiagaan dan kerjasama untuk perdamaian (Readiness and Cooperation for Peace). Bertindak selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Komodo Exercise 2016 adalah Laksamana Pertama TNI T.S.N.B.  Hutabarat yang sehari-hari menjabat Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat.

Sedangkan, International Fleet Review (IFR) merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian pelaksanaan Komodo Exercise 2016. Dalam kegiatan ini kapal-kapal negara peserta akan melaksanakan lego jangkar di perairan Teluk Bayur dan rencana akan diinspeksi langsung oleh Presiden Joko Widodo. Adapun ABK kapal akan melaksanakan kegiatan maritime hospitality yang terdiri dari city tour, olahraga bersama berupa dayung perahu naga dan beach soccer, serta kegiatan lomba kuliner.

Dalam pelaksanaan Multilateral Naval Exercise Komodo 2016, aset yang akan dikirim oleh negara peserta sejumlah 22 kapal perang dan 2 MPA dari 15 negara, terdiri dari Australia 3 kapal, Bangladesh 1 kapal, Brunai 1 kapal, China 2 kapal, France 1 kapal, India 1 kapal dan 1 MPA, Japan 1 kapal, Malaysia 2 kapal, Papua Nugini 2 kapal, Rusia 3 kapal, Singapura 1 kapal, Srilangka 1 kapal, Thailand 1 kapal, USA 1 kapal dan 1 MPA, serta Vietnam 1 kapal, dan Indonesia sendiri akan mengerahkan 28 kapal berbagai jenis.

Sementara itu, Western Pacific Naval Symposium (WPNS) adalah sebuah forum bagi para pemimpin angkatan laut negara-negara di kawasan Pasifik yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 1988, untuk mendiskusikan isu strategis di kawasan serta usulan-usulan pengembangan kerjasama. Pertemuan ini dilakukan dua tahun sekali untuk membicarakan berbagai permasalahan maritim di tingkat kawasan dan internasional. Forum WPNS bersifat tidak mengikat.

Tujuan WPNS meningkatkan kerjasama angkatan laut di kawasan Pasifik sebelah barat, dengan diskusi berbagai permasalahan kemaritiman, baik tingkat kawasan maupun global, serta merupakan forum di mana sesama  pelaut profesional berbagi informasi dan pendapat.[dem]










Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya