Berita

Yuyuk Andriati/net

Hukum

Tiga Tersangka Kasus Suap MA Ditahan Di Rutan Berbeda

MINGGU, 14 FEBRUARI 2016 | 08:18 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Komisi Pembereantasan Korupsi (KPK) menahan tiga tersangka dugaan suap penundaan salinan putusan kasasi di Mahkamah Agung (MA). Usai menjalani pemeriksaan tahap pertama oleh penyidik KPK, ketiga tersangka tangkap tangan tersebut dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) yang berbeda.

"ALE di Rutan Polres Jakarta Pusat, ATS Rutan Polres Jakarta Timur, dan IS di Rutan Polres Jakarta Selatan," terang Jurubicara KPK, Yuyuk Andriati ketika dikonfirmasi, Minggu (14/2).

ATS atau Andri Tristianto Sutrisna adalah Kasubdit Kasasi Perdata di Direktorat Pranata dan Tatalaksana Perkara Perdata MA; IS atau Ichsan Suwaidi adalah seorang pengusaha; dan ALE atau Awang Lazuardi Embat adalah seorang pengacara.


Yuyuk menambahkan ketiga tersangka tersebut akan ditahan selama 20 hari kedepan terhitung sejak tanggal 13 Februari hingga 3 Maret 2016.

Sebelumnya, IS diduga meminta penundaan salinan keputusan kasasi terhadap kasus yang melibatkan dirinya. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi pembangunan dermaga Labuhan Haji di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Kasasi IS ditolak MA dan dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan penjara. IS juga diminta membayar denda hingga Rp 4 miliar lebih.

Terkait kasus ini, KPK menyita uang lebih dari Rp 400 juta rupiah dari rumah IS di Gading Serpong. [rus]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya