Berita

foto: dok

Pertahanan

KSAL Ajak Mahasiswa ITB Terlibat Pembangunan Maritim

RABU, 10 FEBRUARI 2016 | 10:28 WIB | LAPORAN:

TNI Angkatan Laut sangat menyadari salah satu kunci dari perubahan bangsa Indonesia untuk dapat menjadi negara maritim besar yang memiliki perekonomian kuat serta didukung oleh kemampuan pertahanan dan keamanan yang tangguh adalah peran serta perguruan tinggi yang di dalamnya berisi generasi muda Indonesia dengan kemampuan intelektualitas tinggi, yang dapat berperan sebagai agen perubahan (agents of change).

Hal ini disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi  memberikan kuliah umum yang mengambil judul 'Sinergitas TNI Angkatan Laut Dan Civitas Academica Perguruan Tinggi Dalam Optimalisasi Pertahanan Maritim' di hadapan civitas akademika mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) di Aula Barat ITB Bandung, Jawa Barat, hari ini (Rabu, 10/2).

"Perubahan dan kemajuan utamanya di bidang pertahanan dan keamanan maritim yang berkesinambungan hanya dapat terjadi apabila generasi muda yang masih memiliki waktu panjang turut terlibat mengaplikasikan konsep-konsep perubahan secara aktif. Keterlibatan seluruh komponen bangsa utamanya para civitas academika dalam upaya peningkatan kemampuan pertahanan dan keamanan maritim merupakan indikasi dan modal kemandirian bangsa," ujar KSAL.


Di hadapan ratusan mahasiswa, KSAL juga menyampaikan bahwa pada dasarnya seluruh komponen bangsa harus terlibat dan bertanggung jawab terhadap upaya pembangunan bidang maritim, seperti halnya dalam pengelolaan pertahanan dan keamanan maritim, tidak terkecuali peran dari kalangan intelektual yang berada di perguruan tinggi.

"Kalangan intelektual yang terdiri dari para akademisi, ilmuwan, pendidik dan mahasiswa dapat mengambil peran penting dalam pengelolaan bidang pertahanan dan keamanan maritim," tegasnya.

Ditambahkan, peningkatan kualitas intelektual dengan metode formal di lembaga pendidikan memberikan dasar dan pengembangan kemampuan berpikir analitis yang tajam, sehingga diharapkan akan keluar gagasan yang brilian tentang bagaimana cara mengatasi permasalahan bangsa, termasuk upaya pengelolaan pertahanan dan keamanan maritim yang membutuhkan sains dan teknologi tinggi.

Melalui kuliah umum ini ia berharap, kekuatan para pemuda yang ada di perguruan tinggi bertumpu pada kemampuan berpikir analitis yang tajam, sehingga dapat melahirkan inovasi dan gagasan yang brilian dalam pembangunan atau pengembangan kemampuan pertahanan dan keamaman maritim.

"Untuk itu, seluruh insan nusantara, TNI Angkatan Laut, perguruan tinggi bersama dengan seluruh komponen bangsa lainnya harus dapat bersinergi berperan aktif dalam upaya mewujudkan pertahanan dan keamanan maritim yang tangguh sehingga dapat mendukung upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia," imbuh KSAL.[wid]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya