Berita

foto:net

X-Files

Geledah Rumah Jessica Lagi, Polisi Pungut Tisu Bekas Pakai

Cari Barang Bukti Kasus Kopi Sianida
KAMIS, 04 FEBRUARI 2016 | 09:41 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rumah Jessica Kumala Wongso, tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin, di Sunter, Jakarta Utara, kembali digeledah. Polisi mencari barang bukti yang berhubungan dengan kasus ini.
 
Kali ini penggeledahan lebih detail. Mulai dari halaman, ruang tamu, dapur ruang makan, kamar mandi, kamar tidur, lemari, kloset, saluran pembuangan air ko­tor, sampai langit-langit rumah tak luput jadi sasaran penyidik.

Benda-benda mencurigakan yang dimungkinkan menjadi petunjuk kematian Mirna pun disita. Tak terkecuali, tisu yang bekas dipakai Jessica.


Tim dari Pusat Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Metro Jaya juga memeriksa mobil milik keluarga Jessica. Mobil Honda City berwarna sil­ver dengan nomor polisi B 8348 DR tersebut mulanya terparkir di depan rumah. Kemudian dibawa masuk ke teras rumah untuk digeledah.

Dua orang petugas berseragam hitam bertuliskan Labfor mulanya memeriksa bagasi mobil. Sebuah koper berukuran besar dikeluarkan dari bagasi. Selanjutnya, seorang petugas perempuan tampak membuka pintu kiri belakang dan memeriksa tempat duduk. Baju batik yang tergantung juga diperiksa.

Sementara itu petugas Laboratorium Forensik (Labfor) Polri memeriksa tempat duduk bagian depan. Petugas juga terlihat memeriksa sekumpulan plastik bening mirip plastik obat yang ditemukan di sekitar dash­board mobil.

Saat penggeledahan sebel­umnya, polisi menyasar tempat sampah rumah Jessica. Polisi mencari celana yang dipakai Jessica saat bertemu dengan Mirna dan Hani di kafe Olivier Grand Indonesia.

Jessica meminta pemban­tunya membuang celana itu. Hingga kini celana itu belum ditemukan. Polisi berharap bisa menemukan bukti di celana itu yang berhubungan dengan kasus kematian Mirna.

Mirna meninggal setelah me­nenggak kopi Vietnam yang te­lah dipesankan Jessica. Hasil uji laboratorium, kopi itu mengandung sianida.

Polisi telah mengantongi reka­man CCTV yang memperlihat­kan aktifitas Jessica selama di kafe Olivier sebelum Mirna dan Hani datang. Ada gerak-gerik Jessica yang mencurigakan.

Jessica berulang kali mem­bantah meracun Mirna yang merupakan teman kuliahnya di Australia.

Setelah melakukan gelar perkara dengan kejaksaan, polisi akhirnya menetapkan Jessica sebagai tersangka. Akhir pekan lalu, Jessica dijemput di hotel tempatnya menginap dan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Malam harinya Jessica ditahan.

"Kita terus mengembangkan. Kita tidak mengejar pengakuan tersangka," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti.

Dia menyampaikan, ada be­berapa petunjuk yang mengarah kepada Jessica. Mulai dari ket­erangan saksi-saksi, rekaman CCTV, identitas Jessica hingga hubungannya dengan Mirna.

Krishna mengatakan untuk mengungkap ini kasus pihaknya menerapkan scientific crime. Mulai dari uji laboratorium forensik terhadap barang bukti hingga melibatkan ahli dari berbagai bidang ilmu yang berhubungan dengan perkara ini.

"Ada ahli-ahli yang kami mintai pertimbangan. Ahli hukum, ahli forensik, ahli psikologi, dan ahli lain yang tak bisa kami sebutkan," kata Krisna.

Penyidik juga menelusuri toko tempat sianida yang dituangkan ke dalam kopi Mirna. Menurut Krisna, penyidik berusaha me­lengkapi barang bukti untuk menjerat Jessica.

Sebelumnya, Kejaksaan telah memberikan sejumlah petunjuk kepada penyidik dalam meleng­kapi berkas perkara ini.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Waluyo mengemukakan, gelar perkara bersama dilakukan agar Kepolisian memperoleh gambaran tentang kekurangleng­kapan berkas perkara.

"Secara umum pertemuan be­ragenda gelar perkara dilaksana­kan supaya memudahkan jaksa juga pada saat menyusun berkas tuntutan perkara tersebut," kata Waluyo. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya