Berita

net

Kesehatan

Menkes: Belum Ada Travel Warning Virus Zika

KAMIS, 04 FEBRUARI 2016 | 09:11 WIB | LAPORAN:

Menteri Kesehatan Nila F. Moloek menyatakan bahwa virus Zika merupakan satu keluarga dengan virus demam berdarah, yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

"Nyamuk ini senang di air bersih. Jadi pergantian musim kemarau ke musim hujan ini, nyamuk ini biasanya berkembang kalau kita tidak membersihkan dengan sebaik-baiknya," kata Nila usai rapat terbatas di kantor Presiden, Jakarta, Rabu kemarin (3/2).

Dia menjelaskan, gejala terjangkit virus Zika jauh lebih ringan daripada demam berdarah, di mana virus tersebut juga menyebabkan demam dan timbulnya bintik-bintik merah di kullit tetapi akan sembuh sendiri dalam dua hingga tujuh  hari.


Menurut Nila, penetapan virus Zika menjadi masalah kesehatan global oleh WHO sudah tetap sebagai suatu peringatan agar penyakit tersebut tidak terus mewabah.

"Karena itu kebersihan nomor satu. Kita harus tetap melakukan 3M, kita menguras, mengubur, dan menutup tempat-tempat yang tergenang air tersebut," jelasnya.

Meski begitu, dia memastikan tidak ada travel warning atau peringatan dan kewaspadaan kepada masyarakat yang ingin berpergian ke luar negeri, khususnya ke daerah Amerika Latin atau daerah endemis. Terutama juga bagi ibu yang sedang hamil.

"Jadi kalau hamil sudah besar, saya kira insya Allah tidak terjadi," pungkas Nila. [wah]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya