Berita

ilustrasi/net

Nusantara

Ahok: Mesti Lebih Cerdas Tangani Sampah Dan Banjir

RABU, 03 FEBRUARI 2016 | 12:24 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), meminta masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan di musim hujan yang sedang berlangsung.

Meski begitu, Ahok mengakui penanganan sampah itu adalah tanggung jawab dirinya selaku pemimpin provinsi.

"Rata-rata jalan raya yang (saluran airnya) tersumbat itu karena sampah dari masyarakat. Nah, memang ini tanggungjawab kami. Saya sudah minta dinas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum maupun Tata Air kalau hujan betul-betul (ditangani)," kata Ahok di Tambora, Jakarta Barat, Rabu (3/2).


Ahok menilai persoalan sampah dan banjir memang terkait erat. Tetapi ia meminta jajarannya lebih jeli melihat faktor lain yang menyebabkan genangan air di jalan-jalan protokol Jakarta.

"Sekarang jangan cuma lihat sampah. Mesti lebih cerdas. Mesti mulai lihat saringan. Karena biasanya tadinya bersih, tiba-tiba hujan sampah masuk," terangnya.

Beberapa waktu terakhir, setelah Ahok menyebut ada 21 pompa air milik Jakarta yang tersumbat sampah, Dinas Kebersihan DKI Jakarta langsung bertindak cepat.

"Kami langsung lakukan tindakan, ‎petugas sudah diterjunkan sejak pagi di rumah pompa di Waduk Pluit," terang Kadis Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji, ketika diwawancara.

Dia mengatakan, tingginya volume sampah juga disebabkan intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir. Tak sedikit sampah dari hulu sungai ikut terbawa dan menumpuk di lokasi pompa air. [ald]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya