Berita

parkir liar/net

Nusantara

Ahok Wanti-wanti Petugas Dishub

SENIN, 01 FEBRUARI 2016 | 16:41 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, meminta kepada ratusan petugas bantuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengantisipasi parkir liar.

"Karena 20 persen kemacetan di Jakarta disumbang oleh parkir tidak pada tempatnya," kata gubernur yang biasa disapa Ahok itu di kantornya, Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (1/2).

Ahok menilai, banyak pegawai Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI yang menguasai teknis lalu lintas. Tetapi, faktanya di lapangan, pegawai Dishubtrans DKI kerap terjebak dengan permainan operator angkutan umum.


"Intinya sekarang petugas ada pembagian wilayahnya, dan kami bisa monitor dengan CCTV. Promosikan juga yellow box junction dan marka jalan," kata dia.

Tak hanya itu, Ahok mengatakan dirinya akan mengawasi lokasi rawan kemacetan, parkir liar, serta angkot "ngetem" melalui program Jakarta Smat City. Apabila ditemukan pembiaran simpul kemacetan, dia memastikan ada petugas bantuan yang ikut "bermain".

"Saya harap Saudara yang mau gabung di DKI ini, yang dibutuhkan adalah kejujuran. Percuma teknologi dan digaji sebesar apa pun kalau Anda 'bermain'," kata Basuki.

Sebanyak 943 petugas bantuan itu merupakan pegawai kontrak dengan waktu tertentu (PKWT). Sebanyak 243 orang di antaranya merupakan lulusan STTD (Sekolah Tinggi Transportasi Darat) Kemenhub dan 700 petugas yang akan mengikuti pendidikan dasar oleh Dishubtrans. [ald]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya