Berita

foto: net

Nusantara

Hindari Antrian Panjang, Vending Machine Ditambah Di Stasiun Kota

MINGGU, 31 JANUARI 2016 | 11:51 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Guna menghindari antrian yang panjang di Stasiun Jakarta Kota, Kawasan Kota Tua, Jakarta, pihak Kereta Api Indonesia (KAI) menambah jumlah vending machine alias mesin penjual otomatis untuk pembelian tiket.

Salah satu petugas KRL Stasiun Kota, Abdul mengatakan jumlah veding machine yang dulunya hanya tersedia tiga unit sekarang menjadi sembilan unit.

"Pihak KCJ menambahkan vending machine yang dulunya tiga sekarang jadi sembilan. Ditambah pada awal bulan Januari kemarin," ujar Abdul di Stasiun Kota, Jakarta, Minggu (31/1).


Vending machine nomor 1 sampai 5 dapat digunakan untuk pembelian maksimal dua tiket dengan melayani isi ulang Kartu Multi Trip (KMT), beli baru dan isi ulang tiket harian berjaminan (THB), dan ambil jaminan.

Sedangkan vending machine nomor 6 sampai 9 bisa digunakan untuk pembelian tiket lebih dari dua dengan pelayanan yang sama, hanya yang membedakan tidak melayani isi ulang KMT seperti pada nomor 1-5.

Selain itu, Abdul memastikan jumlah vending machine akan bertambah lagi "Kemungkinan buat nambah di stasiun Kota sih ada," lanjutnya.

Sebelumnya, PT KAI Commuter Jabodetabek memperkenalkan vending machine untuk memudahkan transaksi tiket calon penumpang agar tidak perlu lama-lama mengantre untuk membeli tiket karena hanya memakan waktu sekitar setengah menit atau 30 detik saja.

Vending Machine ini dalam melayani Kartu Multi Trip (KMT) bisa menerima uang kertas pecahan Rp 5000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000, dan Rp100.000. Sedangkan untuk Tiket Harian Berjaminan (THB) terdapat dua layanan, yaitu untuk uang kertas pecahan Rp 2000, Rp 5000, Rp 10.000 dan Rp 20.000. Serta untuk uang koin Rp 500 dan Rp 1000. [rus]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya