Berita

Pertahanan

KRI Teluk Penyu Siap Angkut Kembali Pengungsi Gafatar

JUMAT, 29 JANUARI 2016 | 12:41 WIB | LAPORAN:

RMOL. Jika tak ada aral melintang, KRI Teluk Penyu-513 akan kembali mengevakuasi sekitar 830 orang eks pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang saat ini ditampung di Bekangdam XII Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat, ke pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada esok (Sabtu, 30/1) pukul 10.00 WIB.  

Demikian informasi yang disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama M. Zainudin, beberapa saat lalu.

Saat ini, KRI Teluk Penyu-513 sudah bersandar Pelabuhan Dwikora Pontianak. Daerah domisili 830 warga yang dievakuasi sebelum diungsikan ke Mabekangdam XII/Tanjung Pura adalah Daerah Sambas (9 jiwa), Daerah Landak (9  jiwa), Daerah Melawi (264  jiwa), Daerah Kayong Utara (497 jiwa), Daerah Sintang (28 jiwa) dan Daerah Kubu Raya (12 jiwa).


Kemarin, Kamis (28/1), pukul 16.00 WIB, sekitar 823 warga eks Gafatar dipulangkan menggunakan KRI Teluk Bone-511 dari Pelabuhan Dwikora Pontianak menuju Dermaga Umum, Tanjung Priok, Jakarta.

Laksma TNI Zainudin, menerangkan, KRI Teluk Penyu-513 merupakan angkutan penyapuan eks pengikut Gafatar yang masih tersisa.

Dia menjelaskan juga bahwa rata-rata warga eks pengikut Gafatar telah dipulangkan ke daerah asal mereka dari kabupaten-kabupaten di Kalimatan Barat.

"Kami mengharapkan KRI Teluk Penyu-513 bisa mengangkut semua warga eks Gafatar tersebut, meskipun dari laporan dari daerah-daerah warga eks Gafatar yang di kabupaten-kabupaten sudah tidak ada, tetapi tetap masih didata untuk mengantisipasi kalau masih tersisa dan diperkirakan tiba di Tanjung Priok pada Senin malam (1/2)," jelas dia. [ald]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya