Sekretaris Daerah DKI Saefullah pernah bekerja sama dengan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Saat menjabat Wali Kota Jakarta Pusat, Saefulah mengaku kerap mendapat bantuan kerja bakti dari Gafatar.
"Waktu saya masih menjabat sebagai wali kota, di semua kecamatan kalau kita kerja bakti, kita ajak dia (Gafatar). Kita enggak tahu perkembangannya sekarang seperti itu. Dulu yang menawarkan (bantuan itu) mereka 'Kalau ada kerja bakti, kita mau bantu' gitu," ujar Saefullah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/1).
Anggota Gafatar kata dia, kerap datang dengan seragam berwarna oranye. Tidak segan-segan mereka membersihkan sampah di sekitar kali.
"Turun dia ke kali buat bersihin. Lebih rajin malah. Kalau kita kan takut-takut, kalau dia langsung," tambahnya.
Saefullah tidak pernah curiga dengan orang-orang Gafatar. Dia awalnya mengira Gafatar sama seperti organisasi kemanusiaan pada umumnya.
Namun, ia mengaku terkejut setelah mengetahui adanya keterkaitan Gafatar dengan pemahaman yang menyimpang. Padahal, sepanjang dia bekerja sama, anggota Gafatar tidak pernah macam-macam.
"Saya sempat kaget. Dulu kan pernah kita pakai, ternyata sekarang perkembangannya berbeda. Mereka waktu itu kalau kerja bakti enggak minta apa-apa, enggak minta transport. Kadang dikasih makan juga enggak mau," tutup Saefullah.
[dem]