Berita

Sekda DKI Ternyata Pernah Bekerja Sama Dengan Gafatar

KAMIS, 28 JANUARI 2016 | 15:10 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Sekretaris Daerah DKI Saefullah pernah bekerja sama dengan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Saat menjabat Wali Kota Jakarta Pusat, Saefulah mengaku kerap mendapat bantuan kerja bakti dari Gafatar.

"Waktu saya masih menjabat sebagai wali kota, di semua kecamatan kalau kita kerja bakti, kita ajak dia (Gafatar). Kita enggak tahu perkembangannya sekarang seperti itu. Dulu yang menawarkan (bantuan itu) mereka 'Kalau ada kerja bakti, kita mau bantu' gitu," ujar Saefullah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/1).

Anggota Gafatar kata dia, kerap datang dengan seragam berwarna oranye. Tidak segan-segan mereka membersihkan sampah di sekitar kali.


"Turun dia ke kali buat bersihin. Lebih rajin malah. Kalau kita kan takut-takut, kalau dia langsung," tambahnya.

Saefullah tidak pernah curiga dengan orang-orang Gafatar. Dia awalnya mengira Gafatar sama seperti organisasi kemanusiaan pada umumnya.

Namun, ia mengaku terkejut setelah mengetahui adanya keterkaitan Gafatar dengan pemahaman yang menyimpang. Padahal, sepanjang dia bekerja sama, anggota Gafatar tidak pernah macam-macam.

"Saya sempat kaget. Dulu kan pernah kita pakai, ternyata sekarang perkembangannya berbeda. Mereka waktu itu kalau kerja bakti enggak minta apa-apa, enggak minta transport. Kadang dikasih makan juga enggak mau," tutup Saefullah.[dem]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya