Berita

rizal ramli/net

Pertahanan

Surati Kemenkeu, Rizal Minta Pembebasan PPN Untuk Industri Kapal Dan Pesawat

RABU, 27 JANUARI 2016 | 18:54 WIB | LAPORAN:

Gairah industri pertahanan, khususnya pesawat, yang sudah makin terasa belakangan ini masih diganggu masalah-masalah sederhana seperti pembayaran pajak pertambahan nilai (PPN).

Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, telah menyurati Kementerian Keuangan untuk menghapuskan biaya PPN bagi industri pertahanan.

"Dua bulan lalu kami sudah surati Kemenkeu, tidak perlu ada lagi biaya PPN untuk part dan komponen pesawat. Memang dulu juga sudah tidak bayar, tapi nanti bayarnya belakangan. Jadi pas ditagih ribet dan ribut," kata Rizal usai memimpin Rakor di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (27/1).


Akibat  keributan itu, komponen industri pertahanan baik darat, laut maupun udara sulit didapatkan. Dengan pembebasan biaya PPN impor, komponen dan part akan mudah didapatkan. Selain itu, pengerjaan perawatan dengan mudah dilakukan di Indonesia.

Saat ini, Rizal mengaku bahwa industri penerbangan seperti Garuda maintanance facility (GMF) sudah baik.

"Tapi sekarang baru 30 persen saja. Lima tahun lagi, 50 persen maintenance harus di Indonesia," kata Rizal.

Tak hanya pesawat, Menko Rizal, juga akan berlakukan pembebasan biaya PPN impor part komponen untuk kapal laut. Hal ini dilakukan untuk mendukung industri ship building dan maintenance di Indonesia.

"Tolong dicatat, kita juga akan surati Kemenekeu untuk bebaskan biaya impor PPN part dan komponen kapal laut," demikian Rizal. [ald]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya