Berita

ahok/net

Ahok Curiga Lurah Manipulasi Absen Diikuti Anak Buahnya

RABU, 27 JANUARI 2016 | 11:29 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menyayangkan tingkah laku seorang lurah di kawasan Jakarta Pusat yang memanipulasi daftar kehadiran di kantornya. Ahok mencurigai hal curang tersebut dilakukan juga oleh anak buah lurah itu.

"Absensi saja sudah berani menyuruh anak buahnya bohong, kira-kira anak buahnya ikut bohong tidak," kata mantan Bupati Belitung Timur itu kepada wartawan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/1).

Pasalnya, dia menilai apabila benar anak buah lurah tersebut ikut berbohong, maka sistem ketidak jujuran Pemrov Jakarta akan rusak. Padahal, dia berharap PNS DKI Jakarta bisa menjadi panutan bagi PNS lainnya.


"Di Jakarta ini yang penting bukan pintar atau rajin, tapi yang penting adalah jujur," tegas Ahok.

Sebelumnya, Lurah yang didemosi tersebut bernama Leo Tantino. Saat melakukan manipulasi kehadiran tersebut dia menjabat sebagai Lurah Kartini yang terletak di Kecamatan Sawah Besar.

Setelah didemosi, Leo langsung "bernyanyi" dengan mengatakan bahwa banyak lurah di Jakarta Pusat yang melakukan manipulasi seperti dirinya. Mendengar itu, Ahok pun meminta siapapun yang melihat pelanggaran itu untuk segera lapor pada dirinya.

Namun begitu, Ahok menyebutkan bahwa dia tidak berniat untuk melakukan operasi dadakan (sidak) karena semua orang sudah mengenal dirinya. Dia lebih memilih untuk memantau pergerakan anak buahnya melalui CCTV yang terhubung ke telepon seluler miliknya.

"Di situ langsung terlihat mana yang bagus atau tidak bagus, dan jika saya lihat di jalan ada got yang mampet kan langsung ketahuan," katanya. [ysa]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya