Berita

ahok-djarot/net

Politik

Ahok Maunya Tetap Independen, Tapi Gandeng Orang Parpol

SELASA, 26 JANUARI 2016 | 11:22 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), memberi sinyal akan menggandeng wakil gubernurnya sekarang, Djarot Saiful Hidayat, dalam Pilgub 2017 nanti.

"Kalau saya mau terus dengan Djarot," ujar Ahok di kantornya, Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (26/1).

Soal alasannya, Ahok mengklaim bukan karena butuh dukungan politik dari PDI Perjuangan sebagai partai yang mengusung Djarot, melainkan semata kinerja Djarot cukup baik.


"Pak Djarot juga enggak jelek loh. Dia kerja juga baik, enggak macam-macam," ujarnya.

Yang pasti, Ahok mengaku tetap besar kemungkinan dirinya akan maju dari jalur independen namun dengan menggandeng Djarot yang notabene orang partai.

"Nah kalau bisa, saya maju independen, Pak Djarot bisa ikut. Ya, kayak kamu rumah tangga saja kan, kamu sudah punya suami atau istri yang baik, ngapain sih kamu cari yang lain yang enggak pasti?" seloroh Ahok.

Relawan pendukung Ahok, Teman Ahok, hingga saat ini sudah mampu mengumpulkan 630 ribu KTP untuk mendukung Ahok maju di Pilkada 2017 secara independen.

Berdasarkan UU 8/2015 tentang Pilkada, syarat jumlah dukungan minimal KTP yang harus terkumpul untuk calon perseorangan di daerah yang memiliki penduduk 6-12 juta (seperti DKI) adalah 7,5 persen.

Namun, pasal ini dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam putusannya, MK mengatur bahwa syarat dukungan calon perseorangan harus menggunakan jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) dalam pemilu sebelumnya, bukan jumlah keseluruhan masyarakat di suatu daerah.

Nah, DPT DKI terakhir pada Pilkada 2012 adalah 7 juta. Maka, jumlah KTP yang harus dikumpulkan Ahok adalah 7 juta dikali 7,5 persen, yaitu sekitar 525 ribu KTP. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya