Berita

net

Kesehatan

Lima Daerah Di Jatim Endemik DBD

SENIN, 25 JANUARI 2016 | 00:17 WIB

Dinas Kesehatan Jawa Timur menyatakan lima kabupaten/kota sebagai kawasan endemik penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terhitung selama Januari 2016.

"Ada lima kabupaten/kota di Jatim yang dinyatakan sebagai kawasan endemik penyakit DBD saat ini yaitu Jombang, Sumenep, Jember, Banyuwangi dan Malang," kata Kepala Dinkes Jatim dr Harsono, seperti dikutip Antara, Minggu (24/1).

 Dia mengatakan, dibandingkan bulan yang sama di tahun 2015, maka penderita DBD jauh berkurang. Pada bulan 2015, jumlah kasus mencapai 4.584 dengan jumlah korban yang meninggal 59 orang.


"Ketika Januari 2015 ada sebanyak 27 kabupaten/kota mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB), salah satunya di Kabupaten Malang yang tercatat memiliki jumlah kasus DBD tertinggi," ujar Harsono.

Untuk awal tahun ini, Kabupaten Jombang memiliki jumlah kasus yang tertinggi yaitu 41 kasus dengan jumlah kematian empat korban.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Jatim Ansharul menjelaskan data Dinkes Jatim mencatat selama tahun 2015 ada 19.942 kasus DBD dengan jumlah korban yang meninggal dunia mencapai 277 penderita, sehingga tingkat Case Fatality Rate (CFR) mencapai 1,4 persen.

"Sedangkan data Dinkes Jatim untuk bulan Januari 2016 sampai dengan 18 Januari melaporkan bahwa situasi DBD di Jatim sebanyak 213 kasus dengan tujuh penderita yang meninggal," tuturnya.

Ansharul menambahkan untuk Kota Surabaya tahun 2015 berada di urutan 20 dengan 578 kasus, sedangkan pada awal tahun ini hingga tanggal 11 Januari 2016, juga masih berada di urutan ke-20 dengan 11 kasus.

"Pemerintah telah mengupayakan mengantisipasi DBD, yaitu dengan mencanangkan program gerakan satu juta juru pemantau jentik (jumantik) yang artinya dalam setiap satu rumah, yang menjadi juru pemantau jentik adalah anggota keluarga itu sendiri," jelasnya.

Menurut dia, pihaknya juga mengintensifkan sosialisasi ke media massa dalam rangka kewaspadaan dan pencegahan DBD serta masyarakat pun dianjurkan untuk aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggalnya dengan kegiatan 3M Plus.

3M Plus adalah menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air minimal satu minggu sekali, mengubur atau memanfaatkan barang bekas, serta menggunakan bubut obat pembunuh jentik pada penampung air terbuka dan mencegah gigitan nyamuk dengan kelambu atau anti nyamuk berupa bakar, oles, maupun semprot.

"Kami mengimbau masyarakat untuk segera membawa penderita demam ke fasilitas kesehatan terdekat agar mengetahui apakah penderita terkena DBD dengan melakukan tes darah, supaya terdeteksi secara dini," kata Ansharul.

Pihaknya juga sudah menerbitkan Surat Edaran Kewaspadaan ke kabupaten/kota, melakukan pendampingan penanganan kasus DBD di Rumah Sakit dan PKM di kabupaten prioritas, pendistribusian logisik larvasida dan insektisida ke kabupaten/kota maupun bimbingan teknis penyelidikan epidemologi ke kabupaten/kota. [wah] 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya