Berita

Diplomasi Budaya, Indonesia Dirikan Museum Pluralisme Di Vatikan

JUMAT, 22 JANUARI 2016 | 08:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sebuah museum Indonesia yang menampilkan pluralisme dan kemajemukan budayanya sedang didirikan di Vatikan. Pendirian museum merupakan suatu bentuk diplomasi budaya dan merupakan kehormatan bagi Indonesia untuk menunjukan budaya pluralisme tidak hanya kepada Vatikan tetapi juga kepada dunia.

"Vatikan adalah negara kecil yang besarnya hanya 34 hektare. Tetapi tidak ada yang memungkiri Vatikan negara yang memiliki pengaruh paling besar kepada negara-negara di dunia. Membangun museum Indonesia di Vatikan merupakan langkah yang tepat terkait dengan diplomasi budaya, yang sekarang dilakukan Indonesia," ujar Dubes baru untuk Vatikan, Antonius Agus Sriyono di Jakarta, di Akademi Sekretaris St. Mary’s College, Jakarta, Rabu (20/1).

Pernyataan itu diungkapkannya saat mengunjungi kelompok budaya, MIA  PATRIA, pimpinan L. Putut Pudyantoro yang pada tahun 2016 akan mengadakan lawatan ke Eropa termasuk Vatikan. Tahun ini merupakan lawatan ke luar negeri keempat bagi Mia Patria, yang didirikan pada tahun 2008.
 

 
Pembangunan museum Indonesia di Tahta Suci diperkirakan akan selesai pada awal Oktober 2016. Dalam museum itu ada beberapa ikon Indonesia termasuk antara lain Borobudur yang ditampilkan.

Pertemuan dengan Mia Patria, demikian dijelaskan lebih lanjut oleh Antonius, merupakan kegiatan pertama yang dilakukannya setelah pelantikan dan sebelum berangkat menunaikan tugas ke Vatikan. Mia Patria, menurut pria asal Magelang itu, telah memresentasikan kemajemukan budaya di Indonesia ke luar negeri, Eropa dan Amerika Serikat.
Perjalanan kelompok ini ke luar negeri dalam rangka titian budaya dilakukan jauh sebelum dirinya menjadi dubes dan kelompok ini sudah menunjukkan komitmen sebagai duta budaya Indonesia meskipun tidak secara resmi. 
 
"Saya hanya meneruskan apa yang telah dilakukan oleh pendahulu-pendahulu saya sebelumnya terkait dengan diplomasi budaya. Perjalanan Mia Patria berkeliling Eropa beberapa kali dan Amerika beberapa waktu lalu telah menunjukkan keseriusan kelompok ini dalam membawa kemajemukan budaya Indonesia," ujarnya.
 
Agus Sriyono juga sedang merancang wisata religi ke Larantuka bagi peziarah yang datang ke Vatikan. Menurutnya, ada lima juta peziarah dunia yang datang ke Vatikan untuk setiap tahunnya. Dengan usaha yang terpadu  di antara para duta besar, diharapkan beberapa persen peziarah ke Vatikan akan melakukan perjalanan religius ke Larantuka dan ini jelas menumbuhkan ekonomi daerah tersebut.
 
L. Putut Pudyantoro menjelaskan Mia Patria terbentuk pada tujuh tahun lalu yakni 26 November 2008. Lawatan ke luar negeri pertama dilakukan Mia Patria pada 2010 ketika Prapto Martosetomo menjabat sebagai Dubes Indonesia untuk Vatikan. Ketika pergantian pimpinan, Prapto Martosetomo kemudian memperkenalkan kelompok ini kepada penggantinya, Burdiaman Bahar. Setelah masa jabatan selesai, Burdiaman Bahar kemudian memperkenalkan Mia Patria kepada Agus Sriyono.
 
Menurut rencana, dalam lawatan keempatnya ke luar negeri pada 2016, Mia Patria akan mengadakan gelar budaya di Belanda, Belgia, Vatikan, Austria (Salzburg, Innsburg, Wina),  Swiss (St. Gallen), Jerman (Manheim, Heidelberg, Frankfurt) dan Prancis Selatan.  Lawatan sebelumnya adalah pada 2013 ke Amerika Serikat (New York, Philadelphia, Washington, Patung Liberty, New Jersey dan Brooklyn), pada 2012 ke Vatikan, Italia (Bolzano), Swiss (St. Gallen, Zurich, Luzern, Konstan), Jerman (Aulendorf, Mannheim, Heildelberg, Frankfurt, Bonn), Liechtenstein, Austria, Prancis dan pada 2010 ke Vatikan, Italia (Bolzano), Swiss (St. Gallen), Jerman (Aulendorf, Meitingen, Mannheim, Frankfurt dan Bonn).[dem]





 

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya