Berita

ahok/net

Nusantara

Ahok Sudah Usulkan Penghapus Amdal

JUMAT, 22 JANUARI 2016 | 07:32 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Gubernur DKI Jakata Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ternyata sudah mengusulkan penghapusan wajib izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) di wilayah DKI.

Usulan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.

‎"Gubernur berkirim surat (ke Menteri LHK) sekitar Agustus atau September 2015, baru dijawab akhir-akhir Desember 2015)," kata Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) Pemprov DKI, Edy Junaedi ketika dikonfrimasi, Jumat (22/1).


Junaedi menerangkan bahwa DKI sudah mempunya Peraturan Daerah 1/2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi. Selain itu, terdapat Peraturan Pemerintah 27/2012‎ tentang izin lingkungan.

Dalam PP tersebut‎ diatur bahwa daerah yang sudah memiliki RDTR dan Peraturan Zonasi maka dapat dikecualikan dari kewajiban izin Amdal.

"Begitulah kira-kira," terang Junaedi.‎
‎
Dia menyatakan lingkungan Jakarta relatif seragam. Jakarta tak punya hutan lindung, tak ada batu bara, dan nihil tambang minyak. Maka urusan Amdal seharusnya bisa dipersimpel.

"Dan di RDTR itu sudah sangat detail dibahas, kalau kita membangun seperti ini bakal seperti apa dampaknya," kata dia.

Oleh sebab itu, apabila sudah memenuhi RDTR maka otomatis izin mendirikan bangunan sudah memenuhi Amdal. Terlebih lagi, izin Amdal dirasa menjadi hambatan tersendiri bagi aktivitas investasi‎ dan bisnis di Jakarta.

"Saya tidak katakan menghambat, tapi kalau dituntut cepat maka Izin Mendirikan Bangunan (IMB) harus selesai dalam berapa hari gitu, kalau harus mendapatkan AMDAL maka menjadi terkendala," ungkapnya. [rus]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya