Berita

foto :net

Nusantara

Ahok Jadi Target Teroris, Pengamanan Balaikota Terus Ditingkatkan

KAMIS, 21 JANUARI 2016 | 13:51 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Pihak Balaikota Pemprov DKI Jakarta belum mendapat informasi jelas tentang kabar Gubernur Basuki Tjahaja Purnama menjadi target teroris.

Namun begitu, Kepala Biro Umum Provinsi DKI Jakarta, Agustino Dharmawan memastikan, sejak bulan November 2015 lalu hingga kini pengamanan di Balaikota terus diperketat.

"Kami kerja sama dengan TNI-Polri, kami tingkatkan terus keamanan di Balaikota," ujar Agustino saat dikonfrimasi, Kamis (21/1).


Ditanya lebih lanjut keterlibatan TNI/Polri dalam pengamanan Balaikota, Agustino menolak untuk blak-blakan. 

"Ya enggak bisa gembar-gembor berapanya, masa iya kami buka kalau kami punya pistol berapa, pokoknya ada peningkatan itu saja yang bisa saya berikan," pungkasnya.

Terkecuali untuk petugas pengamanan dalam (Pamdal) sendiri, menurut dia, ada kurang lebih 100 lebih personil yang dibagi dalam tiga shift dikerahkan berjaga-jaga setiap harinya.

"Kalau pagi dan siang itu 40 orang kalau malam 30 orang," tutupnya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian menerangkan berdasarkan pengakuan dari salah satu dari 12 terduga teroris yang telah ditangkap polisi. Terduga teroris bernama Andika mengaku salah satu target incaran dalam operasi kelompok mereka adalah pimpinan di Pemda DKI.

"Andika adalah salah satu sel Bahrun Naim di Indonesia. Dia sudah ditangkap dan dari pemeriksaan terungkap jika mereka memiliki 4 kelompok target yang akan disasar dalam aksinya," kata Kapolda, dalam sebuah diskusi dengan kalangan media di Polda Metro Jaya.

Saat ditanya apakah pejabat Pemda DKI itu adalah Gubernur Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, mantan Kapolda Papua itu membenarkan dengan tersenyum dan mengangguk meski tidak menyebut nama.

Tito pun menambahkan berdasarkan pengakuan jaringan Bahrun Naim bernama Andika ini terungkap bahwa empat kelompok sasaran mereka adalah petinggi pemerintahan, petinggi Polri, pejabat Pemda DKI dan pejabat Mapolres Solo, Jawa Tengah.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya