Berita

basuki tjahaja purnama/net

Nusantara

Ahok Dicurigai Lagi Kampanye Pilgub Lewat RPTRA

KAMIS, 21 JANUARI 2016 | 12:49 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) yang digemborkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dicurigai bentuk kampanye menghadapi Pilgub DKI 2017 mendatang.

"Itu mah kampanye buat Pilkada DKI 2017. Mana tujuannya sebagai ruang sosialisasi warga. Belum terlihat tujuannya, malah dijadikan orang pacaran. Apalagi belakangan ini banyak teroris di pemukiman," kritik Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (21/1).

Sebaliknya, Taufik yang juga ketua DPD Gerindra DKI Jakarta berpendapat, RPTRA justru bukan solusi. Masalah lingkungan menurutnya hanya bisa diatasi dengan komunikasi baik dari pemerintah.


Oleh sebab itu, ia mengimbau Ahok untuk lebih bijak dalam berkomunikasi dengan anak buahnya seperti lurah hingga RT atau RW. Bukannya malah mengancam bila terjadi peristiwa kriminal di lingkungannya.

"Pemimpin itu beretika, santun dan cerdas. Bukan sering mengancam. Jangankan yang di lingkungan wilayah, yang dekat di lingkungan pemerintahan saja, anggaran tidak pernah terserap maksimal. Itu kan karena komunikasi dan hobi gubernur yang tidak santun," sindirnya.

Sebelumnya diketahui, penghujung tahun 2015 Ahok telah meresmikan 10 RPTRA, yakni RPTRA Cideng, Kembangan Utara, Gandaria Selatan, Sungai Bambu Utara, Cililitan, Pulau Untung Jawa, Sunter Jaya, Meruya Utara, Bintaro, dan Karet Tengsin. Kemudian Rabu (20/1) kemarin, Ahok meresmikan dua RPTRA di Bintaro dan di Petojo, Jakarta Pusat.[wid]


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya