Berita

tito-ahok

Hari Ini Kapolda Ungkap DKI 1 Target Teroris, Ahok Sudah Tahu Sejak Tahun Lalu

RABU, 20 JANUARI 2016 | 18:15 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengklaim sudah sejak tahun lalu mendapat informasi bahwa dirinya menjadi target teroris. Karena itu dia tidak takut kalau kemudian saat ini ada juga teroris yang menyampaikan demikian.

"Kalau kayak gitu, enggak usah takut lah. Hidup orang kan sudah dicatat mau sampai jam berapa. Berserah saja kan. Kita dapat (informasi) dari tahun lalu sudah dapat. Jadi enggak usah takut," ungkapnya saat ditemui di Balai Kota, Jalarta Pusat, Rabu (20/1).

Selain itu, dia juga merasa tidak ada yang berubah dari pengamanan seperti biasanya. "Biasa-biasa saja. Lu pikir mau nyusup-nyusu," tandasnya.


Ahok menyampaikan itu saat dimintai pendapat atas pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian terkait pengakuan dari salah satu dari 12 terduga kelompok teroris yang telah ditangkap polisi. Dari pemeriksaan terungkap, terduga teroris bernama Andika mengaku salah satu target incaran dalam operasi kelompok mereka adalah pimpinan di Pemda DKI.

"Andika adalah salah satu sel Bahrun Naim di Indonesia. Dia sudah ditangkap dan dari pemeriksaan terungkap jika mereka memiliki 4 kelompok target yang akan disasar dalam aksinya," kata Kapolda dalam sebuah diskusi dengan kalangan media di Polda Metro Jaya hari ini.

Saat ditanya apakah pejabat Pemda DKI itu adalah Gubernur Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, mantan Kapolda Papua itu tersenyum dan mengangguk meski tidak menyebut nama.

Tito menambahkan berdasarkan pengakuan jaringan Bahrun Naim bernama Andika ini terungkap bahwa empat kelompok sasaran mereka adalah petinggi pemerintahan, petinggi Polri, pejabat Pemda DKI dan pejabat Mapolres Solo, Jawa Tengah. [zul]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya