Berita

Erik Tohir:net

Wawancara

WAWANCARA

Erik Tohir: Piala Presiden Sukses Karena Dijalankan Secara Profesional

RABU, 20 JANUARI 2016 | 09:22 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pagelaran kompetisi Piala Presiden dianggap menjadi pelepas dahaga dari pecinta sepak bola di Tanah Air setelah sekitar setahun mengalami mati suri. Tak heran, kompetisi yang diikuti 16 klub dari seluruh Indonesia ini diganjar dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Primare House Cooper (PWC).
 
"Sebab memang dari awal, kita menggelar Piala Presiden ini niatnya baik, tidak berpolitik. Kita ya menyelenggarakan saja," kata Ketua Organizing Commitee Piala Presiden, Erick Tohir.

Atas prestasi yang didapat itu pun, Erick Tohir dengan didampingi Ketua Stering Commite Maruarar Sirait dan auditor PWC, Lok Budianto langsung menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada 5 Januari lalu. Sebenarnya, apa rahasia sukses dari panitia menyelenggarakan even terse­but? Berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan Ketua OC Piala Presiden Erick Tohir :


Pelaksanaan kompetisi Piala Presiden kemarin dapat pu­jian dari banyak pihak. Anda puas?
Penilaian sukses itu dari ban­yak orang, bukan dari kami. Jadi kalau memang mereka menganggap ini sukses, berarti ini sebagai sesuatu yang positif. Tentu saja, kita senang dengan penialain tersebut. Sebab me­mang dari awal, kita menggelar Piala Presiden ini niatnya baik, tidak berpolitik. Kita ya menye­lenggarakan saja.

Kita lihat sepak bola kita se­lama ini seperti yang telah kita tahu. Paling tidak, Piala Presiden ini menjadi solusi atas sepak bola nasional kita. Tentu saja, Piala Presiden ini bukan solusi menyelururuh, tapi paling tidak ada pertandingan.

Cuma itu?
Hal lain, kalau di Amerika misalnya, pemenang liga itu, baik basket, sepak bola dan lain-lain, itu pasti diterima Presiden. Nah ini baik sebab bisa memberi semangat untuk juara. Dan Alhamdulillah, kita juga. Juara kemarin diterima baik Pak Presiden di Istana. Kami sangat senang.

Boleh tahu, apa kunci sukses even besar tersebut?
Saya rasa karena kita mengelola dengan sangat profesional. Kita juga berhubungan dengan banyak pihak. Kita berhubun­gan dengan PSSI, pemerintah, BOPI, TNI dan polisi. Dan Alhamdulillah, klub-klub juga senang.

Dalam menyelenggarakan even ini, siapa saja yang paling berjasa ikut mensukseskan?
Banyak. Selain saya, ada Pak Maruarar Sirait, Pak Hasani, Pak Cahyadi. Tentu juga kita mengucapkan terimakasih ke­pada sponsor karena kalau tidak ada sponsor, tidak akan jalan komeptisi ini.

Saya rasa, kinerja tim panitia sangat bagus. Tentu pasti ada kekurangan, maka kita sangat ter­buka pada kritik. Kritik itu men­jadi masukan yang baik. Jangan dikritik sedikit marah, he he.

Ada hambatan yang be­rarti selama pertandingan berjalan?
Tidak ada. Yang terberat adalah saat Final di Jakarta dan melibat­kan PERSIB. Memang luar biasa ketika Walikota Bandung dan Gubernur DKI Jakarta bisa duduk bareng. Ini luar biasa. Sampai polisi juga turun, demikian juga TNI. Kita sangat berterimakasih pada TNI dan polisi.

Panitia dapat untung besar dong?

Ada saldo sebesar Rp 1,5 miliar. Namun dana itu kita biarkan saja di dalam account Piala Presiden. Kita gunakan kalau ada pertandingan lagi. Kita tunggu saja, apakah nanti ada pertandingan lagi. Namun yang jelas, siapapun yang men­jalankan pertandingan, ada da­naya di situ.

Dalam sebuah kompetisi olahraga, misalnya sepak bola, komentar negatif tentu tidak bisa dihindari. Tanggapan Anda?

Kesuksesan sebuah turna­men itu adalah bila dijalankan secara profesional, dan tidak ada conflict of interest. Karena kan kadang-kadang, saya tidak menampik di dunia olahraga ini banyak sekali orang ber­pikiran negatif. Apalagi kalau soal pertandingan. Salah sedikit misalnya, yang disalahkan wa­sit. Sementara wasit kita tahu sendiri seorang manusia biasa dan kadang-kadang kan berbuat kesalahan.

Kita tahu, dunia sepak bola kita sedang mengalami masalah. Payung organisasinya (PSSI) dibekukan oleh pemerintah. Bagaimana menurut Anda?

Saya rasa mesti ada pembicaraan pemerintah dengan PSSI. Mesti dicariin jalan yang ter­baik. Karena masing-masing punya pemikiran yang sama, tapi mungkin mencarai solusinya berbeda.

Ke depan agar sepak bola Indonesia berjalan baik, apa saran Anda?
Struktural sepak bola juga mesti diperbaiki, namun bukan berarti yang sekarang negatif. Dalam arti, bagaimana kompetisi teratas berjalan, bagaimana kom­petisi menengah berjalan, dan bagaimana kompetisi menengah serta amatir itu berjalan.

Lalu sekolahnya bagaimana, kepelatihan bagaimana. Bagaimana juga dengan pemain. Kita lihat Jepang, mereka sukses karena fokus melatih dan mem­persiapkan generasi muda, bu­kan kepada liganya saja. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Gandeng Boulevard Coffee, Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Transaksi Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:23

15 Tahun Mengaspal, 70 Mitra Driver Dapat Hadiah Umrah dari Gojek

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11

AADI Laporkan Pengalihan Saham Hasil Buyback Lewat Bursa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12

Kebakaran di Belakang RS PIK, Asap Tebal Membubung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:11

Peradi Profesional Jakarta Dilantik, Harris Arthur: Integritas Adalah Marwah Advokat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:02

Purbaya Girang, Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:56

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:39

Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:26

Amandemen UUD 1945 Didahului Pemufakatan Jahat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:12

Aktivis Senior Ingatkan Sudah Saatnya Kembali ke UUD 1945 Asli

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39

Selengkapnya