Berita

Bisnis

Ahok Wanti-wanti Perusahaan Konstruksi Jamin Keselamatan Pekerja

SELASA, 19 JANUARI 2016 | 13:28 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Perusahaan jasa infrastruktur diminta serius menjamin keselamatan para pekerjanya.

"Kita harus berani tegas. Jika memang disarankan untuk diganti atau diperbaiki ya harus dilakukan," kata Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (19/1).

Ahok menegaskan, jangan sampai nyawa pekerja bangunan yang mencari uang di Jakarta jadi sia-sia karena kelalaian di tempat mereka bekerja. Pergantian infrastruktur harus dilakukan dengan serius, termasuk aspek kontraktornya. Ia tak ingin kontraktor perbaikan yang dilibatkan bukan berasal dari pemegang merek.


Selama ini, yang dia amati banyak terjadi kecelakaan yang dialami pekerja lantaran perusahaan di mana mereka bekerja lebih memilih menghemat dana untuk memperbaiki infrastruktur gedung.

"Pemerintah akan mendorong agar perbaikan harus oleh agen tunggal pemegang merek. Dia mengerti dan harus menjaga," tegas mantan bupati Belitung Timur tersebut.

Untuk kecelakaan yang sudah terlanjut terjadi dan menyebabkan korban jiwa, Ahok meminta pihak keluarga tak perlu khawatir.

"Keluarga yang ditinggalkan sudah mendapat jumlah uang yang cukup lumayan," ujar Ahok.

Berdasarkan data Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kanwil DKI Jakarta, kasus kecelakaan kerja yang terjadi sepanjang tahun 2015 lalu mencapai 5.567 kasus. Sementara kecelakaan kerja sektor jasa konstruksi sebanyak 363 kasus.[wid]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya