Berita

Maroef Sjamsoeddin

Pengunduran Diri Maroef Sjamsoeddin Tidak Mengagetkan

SELASA, 19 JANUARI 2016 | 12:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Maroef Sjamsoedin menyatakan mundur sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.‎ Pengunduran diri Maroef dinilai tidak mengagetkan dan sama sekali tidak perlu diapresiasi.

"Tentu ini sesuatu yang sudah kita prediksi. Di tengah keterpurukan Freeport Mcmoran dan pengunduran diri Jim Bob beberapa waktu lalu serta ketidakpastian masa depan Freeport Indonesia pasca 2021 tentu akan memaksa mundur Maroef Sjamsoedin," ujar Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean, Selasa (19/1).

Dia mengatakan‎, pada awalnya Maroef dinilai akan mampu memuluskan masa depan Freeport di Papua melihat latar belakangnya yang mantan wakil kepala BIN dan adik  Letjen Syafri Syamsoeddin yang dikenal dekat dengan SBY selaku presiden. Namun ternyata semua itu tidak membuat situasi seperti yang diharapkan pemilik Freeport dan Amerika.


Apalagi, langkah blunder Jim Bob dan Maroef yang membuka rekaman skandal papa minta saham, justru semakin menggelorakan semangat nasionalisasi tambang Freeport.

"Inilah yang paling memaksa bagi Maroef untuk mundur atau dipaksa mundur," katanya.

Kabar Marsda TNI (Purn) Maroef Sjamsoeddin mundur dari jabatan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia diketahui dalam surat Interoffice Memorandum PT Freeport Indonesia Management yang beredar dikalangan media, tadi malam. Surat tersebut berisi pemberitahuan pengunduran diri Maroef pada tanggal 18 Januari 2016.

"Dengan berakhirnya masa kontrak saya selama setahun sebagai karyawan pada posisi jabatan yang dipercayakan sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia dan tawaran perpanjangan dari Pimpinan Freeport McMoran, saya telah berkirim surat pengajuan pengunduran diri sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia," begitu tertulis dalam surat tersebut.

Maroef ditunjuk menduduki jabatan tersebut pada pertengahan Januari 2015. [dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya