Berita

Din Minimi:net

Bercengkrama Dengan Din Minimi (3)

Ditembak M16 Dan SS1, Cuma Lebam Dan Biru

SELASA, 19 JANUARI 2016 | 08:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menjelang pergantian tahun 2015, sosok Din Minimi jadi "buah bibir". Pemimpin pemberontak yang selama ini bikin onar di Aceh "dilumpuhkan" Kepala BIN Sutiyoso. Dia mau turun gunung, menyerahkan senjata, dan "tobat". Pemerintah saat ini sedang memikirkan untuk memberikan pengampunan alias amnesti. Seperti apa kehidupan Din Minimi saat ini? Secara eksklusif, wartawan Rakyat Merdeka, Ade Alkautsar mengikuti dan bercengkrama dengan Din Minimi. Berikut liputannya:

Dibalik jeruji besi Rutan Idi Rayeuk, Aceh Timur saya bertemu Syukriadi alias Gambit (35), pemimpin kelompok bersenjata Aceh pertama pasca damai sebelum Din Minimi Cs. Di sini pula saya bertemu empat anggota Din Minimi, yaitu Mujibur alias Adun, Junaidi alias Arab, Nurdin alias Apa Do, dan Yusnaidi alias Lem Pup. Mereka dihukum bervariasi, antara dua sampai delapan tahun.

Terlihat bekas luka sedikit lebih besar dari telapak kaki bayi menjorok ke dalam menganga di punggung bagian kanan atas. "Ini bekas luka tembak ketika konflik, satu lagi di bagian paha sebelah kanan," ujar Gambit sambil menyibak baju ke atas menunjukkan bekas luka.


Beda dengan Din Minimi yang dikenal kebal peluru. Namun, Din juga mengaku heran mengapa dia bisa kebal. Tapi yang pasti, pernah beberapa kali dites tembak menggunakan senjata jenis M16 dan SS1, tidak mempan. "Cuma lebam dan biru, jatuh dengan Minimi (senjata) waktu di Tangse" ungkap Din. Namun ketika ditanya apakah dia punya jimat atau sihir, suami Lisnawati ini mengaku tidak punya. "Kalau sihir, nggak bisa ke masjid kita," ujarnya, tertawa kecil. "Saya nggak tahu, itu urusan Allah. Tapi saya tidak mengandalkan kebal," tambahnya.

Berbeda dengan Gambit, luka di bagian punggung itu membekas, sama seperti rasa kecewanya pada elit GAM. Dia merasa tak diperhatikan, seperti anak ayam kehilangan induknya. Tak ada dari pihak GAM yang datang menjenguk, ketika dirinya dilarikan ke rumah sakit. Saat itu, paha bekas luka tembak tiba-tiba membengkak besar akibat infeksi, disusul panas tinggi. Hanya keluarga yang merawatnya. Mulai saat itulah dia merasa sendiri dan ditinggalkan. Padahal banyak teman seperjuangannya kini hidup sejahtera, sukses menduduki banyak jabatan strategis di lingkup pemerintahan. Sebagian lagi jadi kontraktor karena dekat penguasa. "Yang kaya bertambah kaya, yang miskin semakin miskin," katanya.

Paha itu membengkak, kata Gambit, karena pasca damai dia melakukan kerja-kerja berat yang menuntutnya banyak berdiri, sehingga sangat membebani paha yang sudah rentan. Dia bekerja serabutan, mulai dari tukang panggul, tukang pengatur jalan proyek, hingga tukang potong rumput. Pernah beberapa kali dia mencoba mencari pekerjaan lain, tapi gagal. Bagi seorang bekas kombatan seperti dirinya, tentu tak mudah mendapat pekerjaan. Dia nyaris kehilangan harapan hidup. Puncaknya, ketika permohonan kerjanya untuk menjadi penjaga alat berat salah satu proyek ditolak. "Kata mereka nggak apa-apa nggak dijaga. Kesal, makanya saya bakar (alat berat) biar ada apa-apa," ujarnya.

Setelah kejadian itulah Gambit memutuskan untuk mengambil kembali senjata laras panjangnya, yang selama ini disembunyikan di belakang lemari. Sejak saat itu, Gambit mulai ramai diberitakan melakukan sejumlah aksi teror di Aceh. Dia mengaku, banyak eks kombatan yang minta bergabung. Namun ditolak. Hanya satu orang yang menemaninya. Kini masih buron. Kepada Rakyat Merdeka, Gambit berjanji setelah masa tahanannya usai, sekitar enam bulan lagi, dia akan membujuk rekannya untuk menyerahkan senjata dan kembali ke masyarakat.

Di rutan yang sama, empat anggota Din Minimi yang kami temui kelihatan sumringah ketika mendengar kabar akan adanya pemberian amnesti. "Alhamdulillah," ujar mereka kompak. Di tengah obrolan, Gambit datang mengantar minuman. Dia juga mengaku gembira, meskipun kelompoknya tidak masuk dalam pemberian amnesti.

Namun raut wajah harap-harap cemas empat anggota Nurdin ini tak dapat disembunyikan, kalau-kalau mereka dilupakan dan tak mendapat amnesti. Namun Mujibur alias Adun optimis pemerintah akan bersikap adil.

"Kami ingin lebih baik ke depan, dijauhkan dari kriminal, dan bisa mewujudkan cita-cita untuk mensejahterakan anak yatim, janda dan kombatan di bawah garis kemiskinan," harap Adun yang kini menjalani vonis delapan tahun penjara.

Sebab, menurutnya, selama ini pemerintah pusat selalu punya itikad baik terhadap Aceh, tinggal pemerintah Aceh saja yang sering melanggar janjinya. "Kalau kita lihat di pusat, nggak ada yang melanggar. Penuh diberikan untuk Aceh," lanjut Adun.

Din Minimi juga demikian, dia sangat yakin pemerintah pusat tidak akan melanggar janjinya. "Pak Sutiyoso itu bukan orang sembarangan, ada empat bintang dan pernah jadi gubernur. Nggak mungkin dia hari ini bilang A besok B. Dia orang yang dituakan di Indonesia. Kalau dia A, Presiden juga begitu. Nggak bolak-balik," ujar Din Minimi meyakinkan. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Prabowo Joget Tabola Bale Bersama Warga Miangas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08

Pengamat Nilai Kritik Amien Rais ke Seskab Teddy Masuk Ranah Privat

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:55

Perempuan Bangsa Dampingi Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Pati

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:11

Prabowo Dorong Dialog ASEAN Hadapi Krisis Myanmar dan Konflik Perbatasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:00

ASEAN Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:35

Konflik AS-Iran Mendorong Harga Pangan Global ke Level Tertinggi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:17

Lisa BLACKPINK Dipastikan Tampil di Opening Piala Dunia 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:56

Survei NRI: Kepuasan Publik terhadap Prabowo-Gibran Tembus 80 Persen

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45

Waspada Hantavirus dari Tikus, Ini Cara Mencegah Penyebarannya

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:33

Brimob Diterjunkan Saat Penggerebekan Judi Online Internasional di Jakbar

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:22

Selengkapnya