Berita

golkar/net

Sudahlah Tak Usah Ribut-Ribut Lagi, Golkar Yang Sah Hasil Munas Bali

SENIN, 18 JANUARI 2016 | 06:43 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Penyelesaian konflik Golkar antara dua kubu sudah dilalui dengan proses yang benar dan sudah sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar. Dan setelah SK untuk Munas Ancol dicabut oleh Menkumham, Partai Golkar hanya tinggal menunggu pengesahan hasil Munas Bali oleh pemerintah.

"Semua proses sudah dilakukan sesuai dengan UU 2/2011, yaitu proses organisasi sudah dilakukan, proses hukum sudah dilakukan, proses politik pun sudah dilakukan dengan mengupayakan membangun kesepakatan-kesepatan rekonsiliasi dengan kubu Ancol dan kubu Bali, yang belum hanyalah proses administrasi dari Menkumham," kata pengurus DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, Maman Abdurrahman, dalam keterangan Minggu kemarin (17/1).

Karena itu, Maman mengingatkan para senior Golkar yang masih bermaunver untuk menghormati hukum yang telah mengesahkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) di Bali tahun 2014 dengan Ketua Umum Aburizal Bakrie dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham. Hal ini didasarkan pada putusan hukum, yakni putusan Mahkamah Agung dan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM yang membatalkan kepengurusan kubu Agung Laksono.


Atas dasar itu pula, masa tugas Mahkamah Partai Golkar (MPG) pimpinan Muladi sudah berakhir. Maka putusan MPG yang memutuskan penyelesaian konflik internal Golkar melalui musyawarah nasional (Munas) adalah tidak sah.

"Mahkamah Partai yang dipimpin Pak Muladi itu sudah tidak berlaku karena DPP Partai Golkar sudah mengganti dengan kepengurusan yang baru dikarenakan berdasarkan fakta yang ada, tidak bisa bertindak objektif dan fair (adil), karena beberapa anggota Mahkamah Partai pun sudah ada yang menjadi pengurus Munas Ancol yang sudah dicabut SK-nya oleh Menkumham," kata Maman.

Kader muda Golkar itu mengingatkan juga, apabila ada yang mengatakan bahwa Mahkamah Partai yang dipimpin Muladi masih berlaku karena SK dari Menkumham-nya belum dicabut, otomatis dengan terbentuknya pengurus Golkar di Munas Bali sudah bisa diganti oleh Mahkamah Partai yang baru. Ia pun memohon kepada semuanya untuk menahan diri tidak usah memperkeruh lagi situasi.

"Kalau memang kita cinta sama partai ini, solusinya bukan ribut-ribut cari pembenaran atau justifikasi hukum yang meski dibolak balik pasti akan berpihak pada yang benar, yaitu Munas Bali. Alangkah lebih baik kalau kita bersatu mendorong Menkumham segera mengeluarkan SK untuk Munas Bali," demikian Maman. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya