Berita

Yuyuk Andriati

KPK: Penggeledahan Ruangan Trio Anggota Komisi V DPR Sesuai Prosedur

JUMAT, 15 JANUARI 2016 | 20:02 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Pelaksana Harian Kabiro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yuyuk Andriati menegaskan, penyidik yang melakukan penggeledahan sudah sesuai dengan prosedur perundang-undangan yang berlaku.

"Soal penggeledahan itu sudah sesuai prosedur dan tidak ada bedanya dengan penggeledahan-penggeledahan sebelumnya (dalam kasus lain)," kata Yuyuk di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (15/1).

Dia menilai, tidak ada aturan yang dilanggar penyidik dalam menjalankan tugasnya.


Oleh sebab itu, penggeledahan di ruang anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti, anggota Komisi V DPR dari dari Golkar Budi Supriyanto dan anggota Komisi V DPR dari PKS Yudy Widiana Adia tetap berjalan.

"Penyidik menduga ada jejak terkait dengan tersangka sehingga diperlukan melakukan penggeledahan," katanya.
 
Selain itu, KPK tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain yang dijerat, tergantung dari kelengkapan barang buktinyang ditemukan.

"Segala kemungkinan ada," tegas Yuyuk.

Sebelumnya, KPK sejak pagi tadi melakukan pengeledahan di ruangan anggota Komisi V DPR.

Namun, hal tersebut tak berjalan mulus. Penyidik di lapangan mendapatkan protes Wakil Ketua DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah.

Fahri memprotes adanya anggota Brimob bersenjata laras panjang yang mengawal penyidik, hingga surat tugas penggeledahan pun dipersoalkan.

Namun demikian, apa yang dilakukan politikus asal Nusa Tenggara Barat, itu tak dapat menghentikan kerja KPK menggeledah untuk mencari bukti pengembangan kasus dugaan suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Dalam kasus ini penyidik baru menjerat Damayanti, dua stafnya Julia Prasetyarini dan Dessi A Edwin, serta Direktur Utama Windu Tunggal Utama Abdul Khoir sebagai tersangka. [zul]

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya