Berita

Pertahanan

Soal Terorisme, Pemerintah Jangan Pakai Kacamata Kuda

JUMAT, 15 JANUARI 2016 | 18:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemerintah akan sia-sia menyerukan kepada masyarakat untuk tidak takut terhadap terorisme. Pemerintah sebaiknya fokus mengatasi ketimpangan sosial yang makin parah karena itulah salah satu yang membuat terorisme tumbuh subur di Tanah Air.

"Jangan pakai kaca mata kuda. Ini era proxy war, jangan euphoria. Akar terjadinya radikalisme sampai terorisme adalah ketidakadilan, ketimpangan di seluruh dunia. Jawabannya bukan 'jangan takut terhadap teror', tapi akar tunjangnya yang harus diatasi," kata politisi senior, Rachmawati Soekarnoputri, Jumat (15/1).

Mengenai tragedi Bom Starbucks di kawasan Sarinah, Jakarta, kemarin, Rachma menilai sasaran utama kelompok teroris yang diduga jaringan ISIS itu adalah simbol kepolisian, berupa pos polisi yang berada di lokasi. Hal ini sangat berbahaya, apalagi polisi dianggap publik sebagai lembaga yang tidak bisa dipercaya.


"Diprediksi sejak awal bahwa suka tidak suka, percaya atau tidak, kenyataan orang sudah tidak percaya dengan aparat kepolisian, sejak mencuatnya kasus Budi Gunawan maka marwah korps Bhayangkara ini sirna," katanya.

Menurut dia, citra kepolisian yang terpuruk itu membuat publik makin khawatir tindak kriminalitas akan semakin kerap terjadi.

"Ini diakibatkan hukum tidak berjalan. Selama ini hukum tumpul ke atas dan hanya tajam ke orang kecil," tambahnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya