Berita

Politik

Minta Rizal Ramli Dicopot, Syamsuddin Haris Ngawur

JUMAT, 15 JANUARI 2016 | 14:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris dinilai ngawur. Pernyataan dia agar Rizal Ramli dicopot dari kabinet bertentangan dengan kehendak publik.

"Haris barangkali lupa atau pura-pura lupa, hasil survei banyak lembaga menunjukkan Rizal sebagai salah satu menteri yang paling potensial dan memuaskan kehendak publik. Jadi, pernyataan dan permintaan Haris soal Rizal sangat ngawur," kata Relawan Jokowi wilayah Jawa Tengah, Muhamad Khabib, kepada redaksi (Jumat, 15/1).
‎
Menurut aktivis mahasiswa 1998 ini, alasan Rizal harus didepak dari kabinet karena hanya menimbulkan kegaduhan dan tidak punya prestasi, sangat keliru dan tendensius. Hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Indo Barometer, Poltracking Institute, Lembaga Survei Jakarta (LSJ), Lembaga Klimatologi Politik (LKP), dan Founding Father House (FFH) menyebut Rizal sebagai salah satu menteri terbaik dan disukai publik.  


Berbagai terobosan Rizal juga sudah kelihatan arah dan pengaruhnya untuk bangsa ini. Misalnya terkait pariwisata, dwelling time di pelabuhan, dan kebijakan revaluasi aset.

Pernyataan Haris selaku peneliti namun berbicara tanpa data ke publik, menurut Khabib, sebagai pernyataan memalukan sekaligus mengerikan bagi komunitas peneliti dan cendekiawan di Indonesia.

"Masak seorang peneliti berbicara ke publik tanpa data, hanya berbasis pendapat pribadi yang penuh tendensi dan bukan dari hasil karya penelitian yang jelas? Benar-benar memalukan dan mengerikan bagi komunitas peneliti dan cendekiawan di Indonesia,"

Justru, kata dia, terobosan Rizal lewat jurus "kepretnya" merupakan cara untuk mencegah para pejabat Negara agar tidak berorientasi pada rebutan proyek, rebutan konsesi-konsesi dan sejeninya. Publik juga tahu spirit Rizal mengepret para pejabat negara, bahkan sesama koleganya di kabinet, bukan untuk kepentingan pribadi namun untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Publik menilai gaya 'gaduh' Rizal Ramli justru menyehatkan dan mencerdaskan.

"Sudah seharusnya peneliti dan ilmuwan di seluruh Indonesia tidak mencontoh dan meniru gaya dan pola pikir ngawur dan serampangan Haris. Gaya Haris justru menciptakan pembodohan dan penyesatan publik belaka," kata Khabib.[dem] 

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya