Berita

M Adi Toegarisman:net

Wawancara

WAWANCARA

M Adi Toegarisman: Gafatar Turunan NII KW 9, Banyak Bertentangan Dengan Ajaran Islam

JUMAT, 15 JANUARI 2016 | 09:09 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar membuat geger Indonesia. Organisasi Kemasyarakatan yang diduga telah beralih wujud dan meresahkan masyarakat itu pun sudah merebak di sejumlah provinsi di Tanah Air.

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) M Adi Toegarisman menyampaikan, dari data dan informasi yang dikumpulkan, keanggotaan sekte aliran (Gafatar) yang diduga menyim­pang dari ajaran agama pokok itu sudah kian besar. "Ratusan ribu pengikutnya kini," ujar Adi Toegarisman saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, di ruang kerjanya, kemarin.

Berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intel) M Adi Toegarisman terkait Gafatar tersebut:


Bagaimana munculnya Gafatar ini?
Berdasarkan data dan temuan kita hingga saat ini, Gafatar mirip dengan Al Qiyadah Al Islamiyah yang pernah dipimpin Musadeq (Nabi palsu). Nah, sejak Al Qiyadah Al Islamiyah dilarang, ternyata para pengi­kutnya masih ada. Dan bekas orang-orang itulah yang kemu­dian berkumpul dan membentuk semacam komunitas keagamaan, yang mereka sebut sebagai ke­percayaan dari Ibrahim. Mereka menyebut diri dengan Millah Abraham. Dan, sekarang Millah Abraham ini menjadi sebuah gerakan dalam sejenis komuni­tas atau sekte yakni Gafatar.

Apakah sudah bisa dipas­tikan Gafatar sebagai sekte atau aliran kepercayaan yang sesat?
Nah, kami sendiri menda­pat banyak laporan dari bawah, dan daerah yang menunjukkan ada yang aneh dengan anutan Gafatar ini. Namun, ya harus kita pastikan dengan sungguh. Untuk itu, sampai sekarang tim kita masih turun ke lapangan, mencari dan mengumpulkan semua informasi yang akurat serta mengklarifikasi data-data yang kita miliki.

Informasi yang kita kumpul­kan, awalnya Gafatar ini adalah sebuah organisasi kemasyarakatan, yang banyak melakukan kegiatan sosial, kegiatan massal, pengobatan dan lain-lain.

Namun sejumlah perilaku dan anutan kepercayaan yang ditunjukkan para pengikutnya agak aneh. Agak menyimpang dari ajaran pokok agama, dalam hal ini agama Islam.

Lagi pula, sangat kurang masuk akal bila sebuah organisasi massa, namun fanatisme pengikutnya sangat berlebihan atau solidaritas mereka sangat eksklusif dan berlebihan. Masa menghalalkan jual semua harta benda, tinggalkan keluarga, anak istri dan seterusnya, bah­kan rela untuk melakukan apa saja untuk Gafatar. Ini indikasi menyimpang.

Apakah itu lantas disebut Gafatar sesat?
Sesat atau tidak ya belum tahu. Yang kita lakukan adalah meng­kaji dan mengumpulkan data dan informasi seakurat mungkin un­tuk selanjutnya dibawa ke dalam rapat kerjasama antar lembaga yang disebut Pakem (Pengawasan Aliran dan Kepercayaan). Pakem nanti akan mengusulkan apa saja yang dilakukan Gafatar masih sesuai atau tidak dengan agama yang sah.

Selanjutnya apa yang akan dilakukan dengan Gafatar?

Jadi, Pakem itu terdiri dari Kejaksaan, di mana Ketuanya adalah Jaksa Agung, JAM Intel adalah Wakil Ketua, lalu ada Kemendagri, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TNI, Polri, BIN dan FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama). Pakem masing-masing timnya masih turun ke lapangan. Minggu depan akan rapat dan akan me­nyampaikan temuan dan evaluasi masing-masing, untuk selanjut­nya akan diminta pendapat ahli yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas keberadaan Gafatar ini. Dan nantinya akan diambil sikap, apakah kegiatan Gafatar sudah melenceng dari ajaran pokok agama atau tidak. Jika melenceng ya dilarang. Jika masih meneruskan kegiatannya meski sudah dilarang, tentu bisa dilakukan langkah pidana.

Gafatar ini menyebabkan ketegangan kepada penganut agama pokok Islam, sebab ban­yak hal yang bertentangan yang dilakukan oleh Gafatar. Dan kalau sudah ada keresahan maka akan timbul ketegangan dan akan saling ribut. Inilah yang kita harus hindari dan harus segera diatasi.

Ada berapa banyak aliran kepercayaan yang ada?

Ratusan jumlahnya. Dan Gafatar ini adalah turunan dari NII KW 9. Ini yang sedang kita klarifikasikan dan pastikan sekarang.

Kalau sudah rapat Pakem, apa yang akan dilakukan?
Ya kita minta MUI sebagai pakar melakukan penilaian. Dari penilaian itulah akan kita ambil tindakan lanjutan.

Mengapa masih terus marak aliran-aliran agama yang me­nyimpang?
Ya karena pembinaan terhadap mereka masih belum sepenuhnya terlaksana. Coba kalau pembinaannya serius, ya takkan muncul lagi.

Di mana saja basis-basis utama Gafatar ini?

Sudah tersebar di sejumlah provinsi, yakni Aceh, Medan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Makassar, Kalimantan Barat. Jumlah mereka masing-masing di daerah pun sudah mencapai puluhan ribu. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Noel Pede Didampingi Munarman

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:17

Arief Hidayat Akui Gagal Jaga Marwah MK di Perkara Nomor 90, Awal Indonesia Tidak Baik-baik Saja

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:13

Ronaldo Masuki Usia 41: Gaji Triliunan dan Saham Klub Jadi Kado Spesial

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:08

Ngecas Handphone di Kasur Diduga Picu Kebakaran Rumah Pensiunan PNS

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:00

Pegawai MBG Jadi PPPK Berpotensi Lukai Rasa Keadilan Guru Honorer

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:51

Pansus DPRD akan Awasi Penyerahan Fasos-Fasum

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:32

Dubes Sudan Ceritakan Hubungan Istimewa dengan Indonesia dan Kudeta 2023 yang Didukung Negara Asing

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:27

Mulyono, Anak Buah Purbaya Ketangkap KPK

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:20

Aktivis Guntur 49 Pandapotan Lubis Meninggal Dunia

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:08

Liciknya Netanyahu

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:06

Selengkapnya