Berita

Komisaris Jenderal Saud Usman Nasution:net

Wawancara

WAWANCARA

Komisaris Jenderal Saud Usman Nasution: Bom Sarinah Terkait ISIS Pimpinan Bahrun Naim, Kita Sedang Kejar

JUMAT, 15 JANUARI 2016 | 09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kemarin, Jakarta mengalami serangan teror bom mema­tikan. Dua tempat, kedai kopi Starbucks di pusat perbe­lanjaan Sarinah, Jakarta Pusat, dan Pos Polisi perempatan Sarinah, menjadi target. Kepala Badan Nasional Penang­gulangan Terorisme (BNPT) Saud Usman Nasution meng­indentifikasi para pelaku merupakan jaringan kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pimpinan Bahrun Naim. Berikut wawancara selengkapnya:

Jakarta mengalami seran­gan teror, tanggapan Anda?
Ya, kita mengapresiasi kerja cepat Polda Metro Jaya dan seluruh perangkatnya serta tim Detasemen Khusus 88 Antiteror hingga dalam jangka dalam wak­tu empat jam bisa merangkum semua permasalahan ini dengan baik. Kemudian juga hingga saat ini, tim sedang bekerja dengan keras untuk mencari pelakunya.

Maksudnya?

Maksudnya?
Tim yang lain sedang menge­jar untuk mendapatkan pelaku lainnya yang berhasil dikem­bangkan tim di lapangan ter­masuk tim dari Polda Metro Jaya, Densus 88 Antiteror ber­dasarkan hasil dari temuan IT maupun pengungkapan TKP yang barusan dilaksanakan, baik yang di Pospol Sarinah maupun di Starbucks memberi­kan warning kepada petugas di lapangan dan tim-tim lainnya, bahwa ada kelompok-kelompok yang akan melakukan target, atau konser.

Apakah ada indikasi terkait dengan ISIS?
Tadi sudah diinvestigasi me­mang seperti itu. Penyidik sudah katakan seperti itu.

Kapolda Metro Jaya selaku penyidik di lapangan, dari hasil sementara bahwa ini terkait dengan ISIS, dipimpin Bahrun Naim.

Saat ini aparat sedang bek­erja keras untuk melacak para pelakunya dari hasil melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa saksi dan informasi-informasi yang ada.

Berdasar investigasi, beberapa personel yang tergabung dengan kelompok-kelompok Bekasi maupun kelompok-kelompok lainnya yang terkait dengan Bahrun Naim. Ini sedang dila­cak dan ditangani anggota di lapangan.

Berapa jumlah pelaku yang ditembak mati dan yang dia­mankan?

Yang tertembak atau mening­gal dunia, ada lima pelaku bom bunuh diri di dua TKP, baik di TKP kafe Starbucks atau di Pos Polisi Sarinah.

Untuk korban masyarakat?

Ada dua masyarakat yang meninggal dunia. Satu warga negara Kanada dan yang lain­nya warga Negara Indonesia. Sedangkan korban luka ada 15 orang, baik luka ringan maupun luka berat dan juga dari anggota Polri ada lima orang yang men­jadi korban.

Bagaimana daya ledak bom yang diledakkan para pelaku?
Targetnya, dia menggunakan paku, ada mur, ada baut, yang diterbangkan oleh ledakan, sehingga hal itulah yang akan mematikan. Karena yang mema­tikan bukan sifat eksplosif itu, melainkan benda-benda yang ada dalam bom.

Apakah ada hubungan den­gan teroris yang digerebek di Bandung, Jawa Barat?
Kalau itu nanti dulu. Kan itu masih ditangani, masih di­interogasi.

Apa hanya lokasi tersebut yang dijadikan target?
Ya, kedua lokasi itu yang saat ini sudah terjadi aksi. Selain itu, tergantung pada ada kesempatan untuk mereka berbuat. Niat itu sudah ada, dan sudah kita ingat­kan seluruh jajaran.

Tapi yang namanya pelaku bom bunuh diri, dia ini tidak mengenal waktu dan tempat. Sehingga di manapun ada kesem­patan dia akan melakukan aksin­ya dalam rangka bom bunuh diri, mati syahid dan masuk surga. Itu menurut prinsip mereka.

Dalam ledakan di Paris, perempuan juga terlibat seba­gai pelaku serangan, apakah ada perempuan dalam seran­gan ini?
Tidak ada. Pelakunya se­muanya laki-laki.

Bagaimana situasi saat ini?
Keadaan sudah terkendali dan aman. Tadi (kemarin) jam tiga sore, Kapolda Metro Jaya selaku penanggung jawab penanganan kasus di TKP, dan juga timnya sudah membuka jalur, sehingga semua sudah berjalan dengan normal. Kemudian juga situasi sudah berjalan dengan lancar. Saat ini tim sedang mencari dan mengejar pelaku lainnya.

Siapa saja pelaku lainnya?
Yang jelas, pemain-pemain lainnya dari anak buah Bahrun Naim, dan kita sedang melaku­kan pengejaran-pengejaran untuk mengetahui di mana kelompok-kelompok mereka berada.

Imbauan Anda kepada masyarakat?
Jadi saya, kita masyarakat tidak usah resah. Situasi su­dah aman, sudah kondusif, dan semua sudah bisa melaku­kan aktivitas seperti semula. Percayakan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penegakan hukum kepada para pelaku lainnya yang masih belum tertangkap. Untuk mem­berantas semua ini, sehingga semuanya jelas, siapa berbuat apa, dan ditujukan kepada siapa. Dan semua pelaku yang terkait kejadian ini.

Apakah ada kemungkinan serangan teror susulan?
Saya pikir masyarakat jangan terpengaruh oleh rumor-rumor. Percayalah kepada aparat penegak hukum. Aparat yang ber­sangkutan akan memberikan penjelasan dan juga keterangan sebagaimana adanya. Sehingga nantinya masyarakat paham.

Langkah apa yang diambil aparat keamanan?
Kepolisian, termasuk semuanya, TNI dan juga BIN, kita ber­sama secara sinergi melaksana­kan tugas menjaga keamanan.

Aparat kecolongan lagi, sebelumnya, adakah langkah pencegahan yang dilakukan BNPT?

Dari BNPT dalam rangka kegiatan soft approach dengan budaya, telah bekerja sama den­gan pihak terkait mencegah agar masyarakat terhindar dari paham seperti ini. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Noel Pede Didampingi Munarman

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:17

Arief Hidayat Akui Gagal Jaga Marwah MK di Perkara Nomor 90, Awal Indonesia Tidak Baik-baik Saja

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:13

Ronaldo Masuki Usia 41: Gaji Triliunan dan Saham Klub Jadi Kado Spesial

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:08

Ngecas Handphone di Kasur Diduga Picu Kebakaran Rumah Pensiunan PNS

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:00

Pegawai MBG Jadi PPPK Berpotensi Lukai Rasa Keadilan Guru Honorer

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:51

Pansus DPRD akan Awasi Penyerahan Fasos-Fasum

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:32

Dubes Sudan Ceritakan Hubungan Istimewa dengan Indonesia dan Kudeta 2023 yang Didukung Negara Asing

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:27

Mulyono, Anak Buah Purbaya Ketangkap KPK

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:20

Aktivis Guntur 49 Pandapotan Lubis Meninggal Dunia

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:08

Liciknya Netanyahu

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:06

Selengkapnya