Berita

BOM STARBUCKS

Fungsi Pencegahan Tindak Pidana Terorisme Mandeg!

JUMAT, 15 JANUARI 2016 | 08:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Aksi terorisme di Sarinah menunjukan tidak berjalannya fungsi pencegahan dalam penanganan tindak pidana terorisme.

Selain itu, tragedi itu juga menunjukkan fungsi koordinasi dalam penanganan tindak pidana terorisme yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tidak berjalan maksimal.

Begitu disampaikan anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Nasir Djamil. Dia menyayangkan aksi terorisme yang menewaskan korban kembali terjadi. Serangkaian ledakan bom diiringi baku tembak di Sturbuck Sarinah kemarin menewaskan 7 orang dan 23 luka-luka.


"Peringatan ada teror telah mengemuka sejak perayaan Natal dan Tahun Baru, bahkan beberapa media internasional telah melansir gerakan terorisme yang mengarah ke Asia Tenggara dan Indonesia sebagai tujuan utama. Seharusnya BNPT melakukan koordinasi dan dapat mendeteksi dini gerakan tersebut," kata Nasir.

Nasir menduga serangan bom di Sarinah sebagai  upaya serangan balik kelompok teroris terhadap pemerintah khususnya aparat penegak hukum.

"Upaya penindakan yang tidak diimbangi dengan langkah persuasif (soft approach) hanya akan melahirkan militan terorisme baru yang akan menjadi bom waktu terjadinya serangan balik," ungkap Nasir.

Namun demikian Nasir mengapresiasi langkah sigap Polri dan TNI yang segera meringkus pelaku. Politisi PKS ini juga menyampaikan prihatin atas kejadian yang menimpa korban.

Untuk itu Nasir mengatakan, BNPT perlu berbenah diri dan melakukan review atas pola koordinasi dan upaya deradikalisasi yang dilakukan selama ini.

"Masih ditemukan adanya gap koordinasi dalam pola penanganan tindak pidana terorisme diantara penegak hukum selama ini merupakan faktor penyebab tidak maksimalnya penanggulangan terorisme di Negeri ini," tegas Nasir.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya