Berita

ilustrasi/net

KPK Fokus Tangani Kasus Korupsi Sumber Daya Alam Dan Aset Negara

SELASA, 12 JANUARI 2016 | 21:09 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Raharjo mengatakan bahwa pihaknya akan fokus menangani penindakan dan pencegahan terkait kasus yang melibatkan pengelolaan sumber daya alam dan pengelolaan barang milik negara.

"Ada beberapa isu yang akan kami tangani (penindakan dan pencegahan) yaitu sumber daya alam, dan pengelolaan barang milik negara," ungkap Agus di kantornya, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (12/1).

Bukan tanpa sebab, menurutnya banyak aset milik negara yang hilang begitu saja tanpa ada kelanjutannya.


"Aset milik negara banyak hilang entah gimana," tambahnya.

Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan menambahkan beberapa barang milik negara banyak yang tidak berada di tangan yang tepat.

"Beberapa yang kita temui umumnya berupa aset tetap seperti rumah. Misal tanah diserobot orang pemda atau swasta. Atau rumah dinas diganti hak miliknya dan bisa diperjual belikan. Selain itu pensiunan yang belum keluar dari rumah dinas kita juga bantu tangani," ujar Pahala.

Oleh sebab itu, KPK akan menggandeng beberapa instansi untuk bekerjasama dalam menangani hal tersebut.

Namun, Agus menegaskan, terlebih penting adalah partisipasi masyarakat untuk melakukan pencegahan tindak pidana korupsi di tiap daerah.

"Tapi yang lebih penting lagi ajak masayarakat," kata Agus. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya