Berita

johan budi-jokowi/net

Politik

Kehadiran Johan Budi Keuntungan Besar Jokowi

SELASA, 12 JANUARI 2016 | 18:53 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Penunjukan Johan Budi SP sebagai staf khusus bidang komunikasi presiden akan menutup kelemahan pemerintah dalam soal komunikasi publik yang mumpuni dan efektif.

Demikian dikatakan pakar politik, Muhammad AS Hikam, lewat akun facebook miliknya beberapa saat lalu, menanggapi pengumuman Presiden Joko Widodo tentang pengangkatan Johan sebagai jurubicara.

Dikatakannya, Tim Komunikasi Istana yang dulu pernah dipimpin Teten Masduki (kini Kepala Staf Presiden) masih belum efektif karena Teten sendiri tidak memiliki kepiawaian di bidang itu. 


Memang, munculnya Pramono Anung sebagai Menteri Sekretaris Kabinet bisa menambal kekurangan Teten. Namun, dengan kehadiran Johan Budi sebagai jurubicara, ia yakin "squad" Istana akan lebih solid.

"Johan Budi adalah sosok yang cool dalam memberikan penjelasan dan mampu menerjemahkan pesan sesuai dengan audiens yang dihadapi, bahkan ketika dalam situasi yang kritikal sekalipun," kata mantan Menteri Ristek ini.

Yang jelas, menurut Hikam, kehadiran Johan adalah sebuah keuntungan besar bagi Jokowi. Sang presiden bukan hanya bisa meminta jubirnya berbicara kepada publik, tetapi juga dengan para elite politik di Istana.

Sosok Johan yang mandiri dan tidak memiliki kaitan dengan parpol serta kekuatan modal, lanjutnya, akan menopang kinerja Kepala Staf Presiden, di samping mengurangi beban Jokowi yang seringkali harus "menjubiri" diri sendiri.

"Kini dengan adanya Johan Budi, saya rasa Jokowi akan lebih confidence untuk menyerahkan tugas komunikasi publik yang penting kepada mantan jubir lembaga antirasuah tersebut," pungkas Hikam. [ald]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya