Berita

foto :dok kemenkop ukm

Kemenkop Akan Bentuk Pengawas Koperasi di Daerah

SELASA, 12 JANUARI 2016 | 17:29 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Data per Desember 2014 menunjukkan jumlah koperasi di Indonesia mencapai 209.488 unit dengan rincian yang aktif sebanyak 147.249 unit, sedangkan tidak aktif ada 62.239 unit.

Dari total koperasi yang aktif tercatat 110.189 unit yang menjalankan kegiatan simpan pinjam dan jasa keuangan syariah, yaitu 10.811 Unit KSP; 96.018 Unit USP-Kop; 1.197 Unit KJKS dan 2.163 unit UJKS.

Kemudian dari total koperasi yang menjalankan kegiatan simpan pinjam dan jasa keuangan syariah tercatat hanya 77.133 unit yang aktif dan 51.873 unit yang melaksanakan RAT.


"Dari data tersebut dapat dilihat pertumbuhan koperasi yang aktif juga diikuti oleh peningkatan koperasi yang tidak aktif, selain itu tercatat juga jumlah koperasi yang melakukan jasa simpan pinjam yang tentunya memerlukan suatu pengawasan kesehatan usaha yang baik," papar Deputi Bidang Pengawasan Kementrian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/1).

Oleh karena itu, lanjut Meliadi, sangat disayangkan jika koperasi hanya bertumbuh secara kuantitas dan bukan secara kualitas. "Sudah selayaknya pertumbuhan dan perkembangan koperasi-koperasi di Indonesia tertata dan terarah dengan baik, baik dari sisi kelembagaannya, anggotanya, dan keberlangsungan usahanya," kata dia.

Untuk itu, Meliadi berharap bahwa dinas-dinas koperasi di daerah ikut membentuk bidang pengawasan koperasi secara fungsional. "Terus terang, kita tidak mungkin melakukan pengawasan koperasi di seluruh Indonesia tanpa koordinasi dengan Pemda setempat," ungkapnya.

Meliadi menerangkan, Kemenkop UKM akan koordinasi dengan Kemenpan-RB untuk bisa membantu membentuk bidang pengawasan koperasi di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Saat ini, Kemenkop UKM  sudah memiliki 3000-an Satgas Pengawas Koperasi di seluruh Indonesia.

Terkait standar pengawasan, Meliadi, pihaknya akan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Meski beda yang diawasinya, namun kita melihat ada kesamaan. Bila OJK bertujuan agar perbankan tumbuh dengan baik agar dipercaya masyarakat, begitu juga dengan kami yang ingin usaha koperasi bisa tumbuh secara baik dan bisa dipercaya masyarakat sebagai anggota koperasi," imbuh dia.

Intinya, Meliadi menjelaskan, jika kehadiran OJK untuk melindungi nasabah bank, maka Pengawas Koperasi untuk melindungi anggota koperasi.

"Agar koperasi bisa diterima semua orang dan validitasnya diakui. Kita akan memakai template dasar OJK dalam mengawasi perbankan nasional," tutur Meliadi.

Selain itu, kata Meliadi, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan, Kepolisian, hingga PPATK. "Tujuan kita adalah preventif agar koperasi berjalan dengan benar dan sesuai kaidah berkoperasi. Kita akan meluruskan hal-hal yang tidak benar. Nah, menyangkut di luar itu, terutama yang terkait dengan masalah hukum, kita akan kerjasama dengan aparat penegak hukum, termasuk PPATK," pungkas Meliadi.[wid]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya