Berita

as hikam/net

Politik

Jangan Lupa Rezim Siapa Yang Paling Getol Menjual BUMN

SENIN, 11 JANUARI 2016 | 17:10 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Desakan PDI Perjuangan kepada Presiden Joko Widodo untuk mencopot Rini Soemarno (RS) dari jabatan Menteri BUMN semata didorong ketidaksukaan para elite partai itu terhadap Rini.

Demikian analisa dari pakar politik, Muhammas AS Hikam, yang ditulis di akun facebook-nya beberapa saat lalu.

"Tidak perlu menjadi ahli roket untuk tahu bahwa posisi Menteri BUMN, Rini Soemarno hanya menunggu waktu saja untuk digantikan alias direshuffle oleh Presiden Jokowi," terang Hikam.


Hikam mengacu pada pidato politik Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dalam pembukaan Rakernas PDIP di Kemayoran, kemarin. Presiden ke-5 RI itu terang benderang menohok kinerja Rini yang pernah sangat akrab dengan dirinya sendiri.

"Rasanya adalah sebuah 'hil nan mustahal' jika Jokowi berani mempertahankan sang menteri dalam posisinya sekarang. Kompromi harus dilakukan dan ketimbang ribet dan rame-rame terus ya sudah dituruti saja," lanjut eks Menteri Riset dan Teknologi era Presiden Gus Dur ini.

Namun Hikam yakin argumen PDIP yang menyebut Rini gagal menjadikan BUMN sebagai "penyokong ekonomi nasional yang menjadi alat negara untuk meningkatkan kemakmuran rakyat", tidaklah sunggguh-sungguh.

"Kedengaran valid dan 'patriotik', tetapi orang sering melupakan bahwa BUMN menjadi seperti itu bukan hanya di bawah RS saja, tetapi sudah lama. Bahkan pada masa Orba," ucapnya.

Ia mencontohkan Pertamina yang lama terbukti sebagai salah satu korporasi yang jadi sapi perah elite parpol dan menjadi cash-cow elite penguasa. Setelah reformasi pun, BUMN-BUMN umumnya tidak menunjukkan perbaikan signifikan, bahkan cenderung terus merugi dan "disusui" oleh negara.

"Menuding hanya RS sebagai pihak yang salah, hemat saya, sangatlah naif dan lebay. Sebagai warganegara, saya cuma mengingatkan, rezim siapa yang paling getol melakukan penjualan aset-aset BUMN setelah krisis moneter di awal tahun 2000-an?" ucap Hikam menyindir Mega.

Dia yakin, desakan memecat Rini adalah karena dia sudah tidak berkenan di hati para elite di DPP PDIP dan politisi partai itu di Senayan. Rini menjadi semacam "klilip" di mata para elite PDIP yang mengapropriasi wacana nasionalisme Vs neoliberalisme.

"Nanti kalau RS sudah diganti pun, saya tidak yakin PLN tidak byar-pet lagi, atau BBM tidak akan naik lagi, atau beras tidak akan impor lagi, dan kelangkaan energi akan pulih," pungkasnya. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya