Berita

Adde Rosi Khaerunnisa/net

Hukum

Menantu Atut Bungkam Setiba Di KPK

SENIN, 11 JANUARI 2016 | 14:54 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Anggota DPRD Banten, Adde Rosi Khaerunnisa memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Adde diperiksa sebagai saksi tersangka kasus dugaan suap pengesahan rancangan APBD Banten 2016, Ricky Tampinongkol.

"Pemeriksaan seputar proses pengesahan APBD," ujar Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha ketika dikonfrimasi di kantornya, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (11/1).

Menantu dari Ratu Atut Chosiyah itu tiba sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung masuk ke lobi KPK tanpa berkomentar apapun.


Selain Adde Rosi, penyidik KPK juga menyeret tujuh anggota DPRD Banten lainnya untuk dimintai keterangan. Tujuh saksi yang juga anggota DPRD Banten yang diperiksa yaitu Ananta Wahanan, Iman Sulaiman, Ade Suryana, Sri Hartati, Hasan Maksudi, A Zaini dan Muhlis. Mereka diperiksa untuk saksi bagi tersangka Ricky Tampinongkol.

Dalam kasus ini Ricky sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan 2 anggota DPRD yaitu SM Hartono, dan Tri Satriya. KPK mencium adanya kejanggalan dalam pembahasan APBD terkait hal tersebut.

Berdasarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) penyidik KPK, menemukan mereka tengah melakukan serah terima duit 11 ribu dolar AS dan Rp 60 juta terkait pembentukan Bank Banten.

Hartono dan Tri diduga sebagai penerima suap dan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sementara itu, Ricky diduga sebagai pemberi suap dan disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.[wid]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya