Berita

sudirman said/net

Bisnis

POLEMIK BLOK MASELA

Sudirman Said Menelikung Perintah Jokowi

SENIN, 11 JANUARI 2016 | 09:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tindakan Menteri Sudirman Said yang terus berupaya memuluskan pembangunan unit pengolahan gas Abadi Blok Masela di atas laut (off shore) dinilai mengangkangi perintah Presiden Joko Widodo.

Pada Jumat (8/1) pekan lalu Sudirman mengadakan kunjungan ke Maluku untuk bertemu bupati dan pimpinan DPRD Maluku Tenggara Barat di Soumlaki, kemudian bertemu dengan Gubernur dan pimpinan DPRD Provinsi Maluku di Ambon.‎

Kunjungan ini disebut-sebut bagian dari manuver Sudirman untuk melobi elit lokal agar Blok Masela di laut Arafuru dengan menggunakan sistem off shore.


"Tindakan SS (Sudirman Said) ini bisa diartikan sebagai penelikungan terhadap perintah Jokowi saat rapat 29 Desember 2015," kata peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LPS) Agus Prayitno kepada redaksi (Senin, 11/10).

"Intinya Jokowi meminta pengembangan pengelolaan gas Blok Masela jangan dilakukan tergesa-gesa, dan mekanisme pembangunan kilang di Masela harus betul-betul memperhatikan amanah konstitusi, bahwa harus dipergunakan untuk sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat," sambung dia.

Dikatakan, pengelolaan blok Abadi di Blok Masela akan lebih menguntungkan jika dilakukan di darat dengan menggunakan skema pipanisasi (on shore). Dengan konsep tersebut ekonomi masyarakat di daerah sekitar atau di Indonesia bagian timur akan berkembang.

Menurut Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, jarak antara Blok Masela dengan daratan cukup dekat yakni sekitar 60 kilometer (km)-80 km. Dengan pengelolaan dilakukan di darat, maka pengembangan industri hilir akan lebih mudah berjalan.

"Kami lebih senang di darat (pengelolaan) itu. Pasti lebih murah (biayanya) dibanding teknologi baru. Akan ada industri turunannya yang berkembang, seperti petrokimia, pupuk. Nilai tambah juga tinggi," kata Menko Maritim Rizal Ramli dalam satu kesempatan.

Alasan lain, menurut Rizal, pemanfaatan bahan baku lokal lebih tinggi jika dilakukan di darat. Menurut Rizal, bila dikembangkan secara terapung maka bahan bakunya mayoritas akan diimpor.

Blok Masela ini sendiri disebut sebagai ladang gas abadi. Hal ini dikarenakan cadangan gas alam yang terkandung dapat dimanafatkan hingga lebih dari 70 tahu‎n.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya