Berita

rizal ramli/net

Politik

Sebut Rizal Ramli Layak Dicopot, Ikrar Nusa Bhakti Mengingkari Kehendak Rakyat

MINGGU, 10 JANUARI 2016 | 17:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan peniliti LIPI Ikrar Nusa Bhakti bahwa salah satu menteri yang layak direshuffle adalah Rizal Ramli merupakan pernyataan yang terbalik dengan hasil survei yang dirilis beberapa lembaga.

‎‎Argumen yang diajukan Ikrar Nusa Bhakti bahwa gaya Rizal Ramli menyerang kebijakan sesama menteri dalam kabinet kerja membuat konsolidasi dalam kabinet kerja menjadi sulit dilakukan, juga terbalik dengan argumen publik.

‎Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanik), Sya'roni, kepada Kantor Berita Politik RMOL, melalui sambung telepon (Minggu, 10/1).‎


‎Setidaknya, sebut Sya'roni, ada tujuh lembaga yang sudah melakukan survei dan semuanya menyebut Rizal Ramli merupakan menteri yang disukai publik. Diantara alasan publik menyukai Rizal Ramli karena gaya koboinya yang tidak pandang bulu dalam menentukan sikap.

‎‎Ketujuh lembaga survei tersebut adalah ‎Institute for Development of Economics and Finance‎ (INDEF), CSIS, Indo Barometer, Poltracking Indonesia, Lembaga Survey Jakarta (LSJ), Lembaga Klimatologi Politik (LKP), dan Founding Fathers House (FHH).‎

‎Hasil survei INDEF menunjukkan Rizal Ramli paling banyak dibicarakan di media sosial twitter. Salah satu alasannya adalah publik menyukai gaya koboi Rizal yang tak pandang bulu dalam bersikap.

‎‎Survei CSIS menyatakan Menko Rizal Ramli mendapatkan poin tertinggi dibanding Menko yang lain. Sementara LSJ merilis Rizal Ramli masuk dalam lima menteri terbaik.

‎‎Hal yang sama, kata Sya'roni, diketahui dari hasil survei Indo Barometer yang merilis Rizal Ramli masuk dalam enam menteri terbaik. Poltracking Indonesia merilis Rizal Ramli dalam jajaran 10 menteri terbaik.

‎‎Adapun LKP dalam surveinya menyatakan Rizal Ramli merupakan menteri yang fenomenal. FHH menempatkan Rizal Ramli dalam lima menteri yang paling dikenal masyarakat.‎

‎"Sebaiknya Ikrar Nusa Bhakti memperkuat argumennya dengan menggelar survei juga. Biar mengetahui apakah yang sudah dilakukan oleh Rizal Ramli itu sesuai atau tidak dengan kehendak rakyat," tantang Sya'roni.

Lebih lajut Sya'roni mengatakan bukankah semenjak Rizal Ramli masuk Kabinet Kerja banyak kebijakan yang tidak pro rakyat mendapat kritik tajam. Dia pun mengingatkan Ikrar Nusa Bhakti bahwa berbagai gebrakan Rizal Ramli menurut persepsi publik dianggap sebagai langkah yang positif.

"Jika ada pihak-pihak yang terganggu dengan gaya koboi Rizal Ramli, bisa jadi orang tersebut adalah bagian dari kelompok yang terdesak oleh kritik tajam Rizal Ramli," tukasnya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya