Berita

PRAPERADILAN LINO

Waspadai Intervensi JK Lewat Ketua MA

MINGGU, 10 JANUARI 2016 | 17:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

R‎MOL. Semua pihak diimbau untuk mengawasi proses gugatan praperadilan status tersangka Richard Joost (RJ) Lino. Kedekatan mantan Direktur Pelindo II itu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat memungkinkan terjadinya intervensi terhadap proses gugatan tersebut.

‎"Kita semua tentu masih ingat Komjen Budi Waseso dicopot dari Kabareskrim atas intervensi JK ‎karena dianggap lancang menggeledah ruang kerja Lino. Kejadian seperti ini jangan sampai terulang," kata Sekjen Prodem, Satyo P Komeng, kepada Kantor Berita Politik RMOL (Minggu, 10/1).

‎‎Menurut dia, ‎Komisi Yudisial, media massa, dan masyarakat perlu mengawasi proses gugatan RJ Lino yang ditetapkan sebagai tersangka pengadaan‎ quay container crane (QCC) tahun 2010 oleh KPK, sehingga putusan hukum terhadap gugatan praperadilan tersebut dapat berjalan tanpa intervensi.‎


‎"JK kerap menyalahgunakan kekuasaan. Sebagai Wakil Presiden, JK sering menabrak aturan dan etika serta menggunakan pengaruhnya untuk melindungi atau meloloskan "antek" bisnis guna mendapatkan proyek-proyek," katanya.‎

‎"Terlebih JK diketahui memiliki kedekatan dengan Ketua MA Hatta Ali. Tentu saja Ketua MA dapat memberikan perintah kepada anak buahnya yaitu para Hakim di pengadilan untuk "memenangkan" praperadilan RJ Lino," sambung dia.

‎‎Lebih lanjut dia mempertanyakan tindakan hukum oleh KPK yang hanya menjerat Lino dalam kasus QCC padahal setidaknya ada empat kasus lain yang dilaporkan, diantaranya perpanjangan kontrak JICT. ‎

‎Dia menduga ‎KPK melokalisir kasus agar tidak melebar dan mengaburkan keterlibatan pihak-pihak lain tertutama orang-orang yang dengan vulgar melindungi RJ Lino. Apalagi kasus QCC sendiri sudah dilaporkan sejak tahun 2011 oleh SP Pelindo II dan selama ini tidak pernah ada perkembangan terhadap laporan tersebut.

‎‎"Tapi barulah setelah ada tekanan dari berbagai kalangan dan Pansus di DPR akhirnya RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Waspadalah terhadap kemungkinan adanya rencana tersembunyi, melokalisir masala oleh KPK," tukasnya.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya