Berita

mega-jokowi/net

Politik

RESHUFFLE JILID II

Rachmawati: Jokowi Tidak Tahan Pressure Dari Mega

JUMAT, 08 JANUARI 2016 | 13:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Joko Widodo dinilai tidak kuat menahan tekanan dari "bos" partainya untuk segera merombak susunan Kabinet Kerja. Hal ini yang membuat isu reshuffle menguat kembali di tengah publik.

"Gonta-ganti terus. Jokowi tidak tahan pressure bos partainya untuk rombak kabinet, konflik intra oligarki rezim atau perang antar geng sudah sangat memalukan," kata politisi senior Rachmawati Soekarnoputri, pada Jumat (8/1).  

Menurut dia, konflik Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI Perjungan dengan Menteri BUMN Rini Soemarno membuat PDIP "bernafsu" menggusur Rini dari jabatannya.


Rachmawati menilai sikap Mega yang menantang presiden sudah menjadi "trademark"-nya. Sikap serupa ditunjukkan Mega ketika Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjabat presiden.

"Preseden buruk ini sudah menjadi trademark Mega dari mulai perseteruannya dengan Gus Dur, lanjut diobok-oboknya Polri masalah penunjukan Kapolri antara Chaerudin Ismail (versi Gus Dur) Vs Bimantoro (versi Mega), bahkan orang pun tahu perseteruan Mega Vs SBY," lanjut Rachma dalam keterangan tertulisnya.

Rachma menilai, negara saat ini membutuhkan pemimpin dengan pikiran negarawan yang mengerti cita-cita Proklamasi, dapat meniti jembatan emas kemerdekaan menuju masyarakat adil makmur sejahtera.

"Bukan pemimpi dengan nama besar di belakangnya," tegas putri Bung Karno ini. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya