Berita

foto:net

X-Files

Polri Tak Hadir, Sidang Praperadilan Ditunda

JARI Gugat Lambannya Penyidikan Kasus Pelindo II
JUMAT, 08 JANUARI 2016 | 09:34 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan batal menggelar sidang praperadilan penyidikan kasus korupsi mobile crane PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II. Sidang diundur 11 Januari 2016 lantaran pihak kepolisian tak hadir.
 
Hingga tadi malam, Kepala Divisi Hukum Polri, Inspektur Jenderal M Iriawan tak merespons permintaan konfirmasi mengenai ketidakhadiran per­wakilan Polri dalam sidang perdana praperadilan ini.

Kasus korupsi mobile crane Pelindo II disidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Eksus) Bareskrim Polri.


Sebelumnya, Wakil Direktur Eksus Komisaris Besar Agung Setya membenarkan adanya gu­gatan praperadilan kasus ini.

"Tim Bareskrim sudah berk­oordinasi dengan Divisi Hukum Polri untuk menghadapi sidang tersebut," katanya.

Agung juga tak bersedia mem­berikan penjelasan mengenai ketidakhadiran perwakilan Polri dalam sidang praperadilan di PN Jakarta Selatan.

Untuk diketahui, Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia (JARI) mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polri lantaran penyidikan kasus korupsi mobile crane Pelindo II lamban.

"Awalnya, penanganan kasus ini begitu gencar. Belakangan setelah pergantian Kabareskrim, penanganannya terkesan lamban," kata Ketua JARI Safaruddin.

Ia menyebutkan Komisaris Jenderal Budi Waseso saat menjabat Kabareskrim pernah melansir informasi bahwa sudah ada tersangka kasus ini. Namun, setelah Budi Waseso dicopot dari Kabareskrim, penyidikan kasus ini tak menga­lami kemajuan.

"Praperadilan ini ingin mem­pertegas sikap Mabes Polri terh­adap pengusutan dugaan korupsi di Pelindo II. Kami ingin melihat sikap mana yang diambil Polri, meneruskan atau menghentikan penyidikan kasus ini," tandas Safaruddin.

Berlarut-larut pengusutan kasus ini, menurut dia, memicu kecurigaan. Jangan sampai kasus ini digantung, lalu diam-diam dihentikan.

Lantaran itu, pihaknya mendaftarkan gugatan praperadilan ke PN Jaksel pada 29 Oktober 2015. "Kita bertindak atas ini­siatif sendiri. Tidak ada pesanan dari pihak-pihak tertentu," akunya.

Safaruddin menandaskan gu­gatan ini bukan untuk melemah­kan apalagi menggembosi pe­nyidikan yang sudah dilakukan kepolisian.

Ia berharap pengadilan mengabulkan gugatan dan memerintah­kan kepolisian mempercepat penyidikan, menyelesaikan ber­kas perkara dan mengirimnya ke kejaksaan.

Kabareskrim Anang Iskandar mengatakan pihaknya melaku­kan investigasi bersama (joint investigation) KPK dalam mengusut kasus korupsi di tubuh Pelindo II.

Investigasi bersama ini, menurut dia, untuk membangun kepercayaan publik terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia. "Karena membangun trust itu tidak bisa cuma sehari. Harus bertahun-tahun," ujar bekas Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu.

KPK telah menetapkan Dirut Dirut Pelindo II RJ Lino sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan quay con­tainer crane (QCC) tahun 2010. Komisi itu mengklaim sudah memiliki dua alat bukti untuk menjerat Lino.

Sementara dalam kasus pengadaan mobile crane, Polri telah menetapkan Direktur Teknis dan Operasi Pelindo II, Ferialdy Noerlan sebagai tersangka. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Noel Pede Didampingi Munarman

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:17

Arief Hidayat Akui Gagal Jaga Marwah MK di Perkara Nomor 90, Awal Indonesia Tidak Baik-baik Saja

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:13

Ronaldo Masuki Usia 41: Gaji Triliunan dan Saham Klub Jadi Kado Spesial

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:08

Ngecas Handphone di Kasur Diduga Picu Kebakaran Rumah Pensiunan PNS

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:00

Pegawai MBG Jadi PPPK Berpotensi Lukai Rasa Keadilan Guru Honorer

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:51

Pansus DPRD akan Awasi Penyerahan Fasos-Fasum

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:32

Dubes Sudan Ceritakan Hubungan Istimewa dengan Indonesia dan Kudeta 2023 yang Didukung Negara Asing

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:27

Mulyono, Anak Buah Purbaya Ketangkap KPK

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:20

Aktivis Guntur 49 Pandapotan Lubis Meninggal Dunia

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:08

Liciknya Netanyahu

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:06

Selengkapnya