Berita

Edi Saputra Hasibuan:net

Wawancara

WAWANCARA

Edi Saputra Hasibuan: Biarkan Pak Badrodin Bekerja, Seleksi Calon Kapolri Tunggu Arahan Presiden

RABU, 06 JANUARI 2016 | 08:45 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Juli mendatang Kapolri Jenderal Badrodin Haiti akan masuki masa pensiun. Bursa calon Tribrata 1 mulai dipanaskan. Beberapa jenderal bintang tiga dan dua digadang-gadang masuk bursa calon pengganti Badrodin.

Merekadi antaranya; Wakapolri Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Gunawan, Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Budi Waseso, Kabareskrim Komjen Anang Iskandar, Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komjen Syafruddin, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Dwi Prayitno, Kepala Badan Pemeliharaan dan Keamanan (Kabaharkam) Komjen Putut Eko Bayuseno dan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal (Irjen) Tito Karnavian.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang akan bertugas menyeleksi calon Kapolri yang se­lanjutnya akan direkomenadikan ke Presiden Jokowi. Edi Saputra Hasibuan, anggota Kompolnas memastikan, lembaganya hingga kini belum memeroses seleksi calon Kapolri. Berikut petikan wawancara Rakyat Merdeka dengan Edi Saputra Hasibuan:


Bursa calon Kapolri sudah memanas, apakah Kompolnas sudah mulai menyeleksi pa­ra calon pengganti Jenderal Badrodin Haiti?
Belum ada. Belum ada per­intah dari Presiden. Kompolnas belum melakukan itu. Kami menunggu sinyal dan perintah dari Presiden kalau memang ada rencana pergantian Kapolri. Nama calon Kapolri kan nanti­nya kewenangan Presiden un­tuk diserahkan ke DPR. Kami hanya melakukan penilaian dan mengusulkan nama. Sejauh ini belum ada ke sana dari Kompolnas.

Tetapi apakah sudah pasti tahun ini juga bakal ada per­gantian Kapolri?
Belumlah. Ini kan masih jauh. Masih lama. Masa pensiun Pak Kapolri sekarang saja masih enam bulan lagi, bulan Juli. Kok udah pada sibuk menggadang-gadang. Ini pasti ada yang men­dorong-dorong segera diributi pergantian Kapolri. Pasti ada pihak-pihak nih. Tetapi ya kami, belumlah.

Apakah Kompolnas tidak memiliki persiapan terkait rencana pergantian Kapolri?
Kalau sudah ada perintah dari Presiden ya kami segera bekerja. Sampai sekarang belum ada perintah dari Presiden.

Bagaimana biasanya prose­dur Kompolnas dalam menyeleksi calon Kapolri?
Ya kami diminta Presiden melakukan penilaian, mengecek nama-nama dan menyarankan sejumlah nama berdasarkan kriteria-kriteria kepada Presiden. Semua itu di tangan Presiden nantinya.

Lantas mengapa seleksi tidak dimulai saja dari sekarang, agar begitu Pak Badrodin pensiun langsung ada penggantinya?
Begini, kami sendiri di Kompolnas belum mau mengganti Pak Kapolri sekarang. Biarkan beliau bekerja dulu. Lagi pula, selama menjadi Kapolri Pak Badrodin memiliki kinerja yang cukup bagus dan berprestasi. Menjaga stabilitas dan keaman­an juga bagus. Jadi ya biarkan dulu dia bekerja ya.

Apakah itu berarti Kompolnas akan merekomendasikan perpanjangan masa jabatan Pak Badrodin ke Presiden?
Soal itu kan di tangan Presiden. Kami menunggu dari Presiden. Yang pasti, sejauh ini prestasi Pak Badrodin cukup baik dan bisa mengatasi berbagai perso­alan yang ada.

Apakah sudah ada nama-nama yang sudah dibidik Kompolnas untuk Kapolri baru nantinya?
Nantinya tentu ada sejumlah persyaratan dan kriteria yang har­us dipenuhi, lalu kami sampaikan ke Pak Presiden. Tetapi sekarang ya belum, masih menunggu per­intah Pak Presiden.

Jadi apa yang bisa dilaku­kan Kompolnas untuk ren­cana penggantian Kapolri?

Kan tadi saya katakan, masih lama kok. Biarkan dulu Pak Kapolri bekerja. Jangan di­ganggu dan disibukkan dengan urusan-urusan itu. Lagi pula, ya semua tergantung Pak Presiden. Kalau kami diperintahkan, ya kami akan lakukan penilaian dan seleksi sejumlah nama calon Kapolri. Kami sabar menunggu. Ya sabar saja dulu, masih lama kok. Oke. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya