Berita

inas nasrullah

Hanura Juga Menilai Mestinya Menteri Yuddy Tak Publikasikan LAKIP K/L

RABU, 06 JANUARI 2016 | 08:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sesuai tugas, pokok dan fungsi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), memang berhak untuk memberikan penilaian kepada para aparat pemerintahan. Karena yang dinilai adalah kementerian atau lembaga, bukan menteri atau kepala.

"Dia bicara kementerian, bukan menteri. Karena belum tentu menteri yang bagus tercermin dalam kementeriannya. Jadi apa yang dilakukan sudah benar, sesuatu yang menjadi dengan tugasnya," jelas anggota DPR dari Hanura Inas Nasrullah saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL pagi ini (Rabu, 5/1).

Namun, Menteri PAN-RB yang juga teman Inas di partai Hanura, Yuddy Chrisnandi mestinya tidak mempublikasi Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) 77 K/L tersebut.


"Nah ini yang saya rasa tidak tepat. Apa yang dilakukannya sebenarnya sudah benar, tapi bukan untuk konsumsi publik," kata Inas Nasrullah.

Menurutnya, sebaiknya Menteri Yuddy menyerahkan laporan tersebut kepada Presiden. Atau minta izin kepada Presiden apakah boleh diserahkan langsung kepada para menteri sebagai bahan evaluasi.

Pada saat yang sama, Inas membantah Menteri Yuddy sengaja mengumumkan LAKIP 77 K/L untuk mengamankan diri dari reshuffle atau dimanfaatkan pihak-pihak tertentu agar para menteri yang bernilai jeblok dicopot. "Itu berlebihan, bikin opini macam-macam," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya