Berita

muhaimin iskandar/net

Politik

RAPOR KINERJA

Cak Imin: Baru Kali Ini Sesama Menteri Saling Serang

SELASA, 05 JANUARI 2016 | 11:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kesal akuntabilitas kinerja tiga kadernya yang duduk di kabinet dinilai buruk oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar menyebut penilaian yang dilakukan Menteri Yuddy Chrisnandi sangat subyektif.

"B‎aru kali ini sesama menteri saling serang di pubik dengan subyektif, pakai peringkat kek, pencitraan kek, kayak pasar aja, jualan sendiri-sendiri," kata Cak Imin dalam akun twitter miliknya, @MuhaiminIskndr.


Politisi PKB Ahmad Helmi Faizal Zaeni bersuara sama. Menurut mantan Menteri Pembangunan Desa Tertinggal itu, tidak semestinya seorang menteri mengevaluasi kinerja menteri yang lainnya. Lebih aneh lagi Kementerian PANRB menempatkan kinerjanya sendiri bagus, menempati peringkat ke 6 dari 77 lembaga/kementerian atau peringkat kedua dari kementerian yang dinilai.

"Evaluasi kinerja bisa dilakukan lembaga model UKP4R yang melekat dengan presiden. KemPANRB bisa dievaluasi secara fair," kicaunya di akun @Helmi_Faishal_Z.

Seperti diketahui, penilaian akuntabilitas kinerja yang dirilis Kementerian PANRB menempatkan Kementerian Tenaga Kerja yang dipimpin Hanif Dakhiri di peringkat 66 dengan 57.79 poin. Prestasi buruk menurut Kementerian PANRB, juga diperoleh Kementerian Desa. Akuntabilitas kinerja kementerian yang dipimpin Marwan Jafar itu menempati peringkat 73 dengan nilai 53.97. Sementara Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dikomandoi Imam Nahrowi menempati peringkat 74 dengan nilai  53.54.[dem]


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya