Berita

timboel siregar/net

Politik

BPJS Kesehatan Jangan Lupa Diri Disebut 78.9 Persen Peserta Puas

SELASA, 05 JANUARI 2016 | 09:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

BPJS Kesehatan diingatkan untuk tidak lupa diri menyikapi hasil survei PT.SWAsembada. Pelayanan terbaik perlu terus diberikan mesikpun survei menyebutkan index kepuasan peserta masuk dalam kategori tinggi, yaitu sebesar 78.9%.

"Walaupun hasil survei PT. SWAsembada dikategorikan tinggi. Masalah pelayanan BPJS Kesehatan berhubungan dengan nyawa manusia, oleh karenanya responden yang menyatakan tidak puas (21.1%) tetap harus menjadi perhatian Pemerintah dan BPJS ke depan," kata Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, kepada redaksi, tadi malam (Senin, 4/1).

Apalagi, Timboel melihat, ada kekurangan dalam survei yang dilakukan oleh PT. SWAsembada tersebut. Survei memotret kepuasan peserta namun pengetahuan peserta terhadap hak-hak yang harus diterimanya tidak dipotret. Survei juga tidak menjelaskan jumlah kontak responden dengan faskes BPJS Kesehatan.


Padahal secara teori, katanya, tingkat kepuasan adalah sebuah persepsi dari peserta dan persepsi tersebut dibangun dari pengetahuan. Bila peserta tidak memiliki pengetahuan tentang hak-haknya maka persepsi tentang kepuasan tersebut akan menjadi bias.

"Untuk mendapatkan gambaran puas atau tidak dari peserta harusnya metode survei didahului dengan pertanyaan tentang pengetahuan peserta terhadap hak-hak yang seharusnya diterimanya, namun hal ini tidak terkuak dalam laporan survei. Jumlah kontak peserta dengan faskes juga akan mempengaruhi tingkat kepuasan," kata Timboel.

Dia mencontohkan, karena peserta tidak tahu tentang hak-haknya di rumah sakit sehingga ketika rumah sakit menyuruh pasien membeli obat atau darah, maka hal ini tidak menjadi penilaian bagi pasien. BPJS Watch sendiri sudah banyak melakukan advokasi terhadap pasien BPJS dan menemukan banyak pasien yang disuruh membeli obat atau darah walaupun obat tersebut sebenarnya sudah masuk paket INA CBGs.

"Memang dari sisi pengeluaran ketika berobat, pasien peserta BPJS tidak mengeluarkan biaya setinggi pasien umum tetapi hak-hak yang seharusnya diterima pasien ternyata tidak didapat karena ketidaktahuan pasien. Saya yakin kalau pasien peserta BPJS Kesehatan mengetahui hak-hak yang seharusnya didapat namun ternyata tidak diberikan, maka hasil surveinya akan berbeda," jelas Timboel.

Lebih lanjut Timboel mempertanyakan kesimpulan survei bahwa ada sejumlah aspek yang harus dipertahankan salah satunya kesamaan perlakuan terhadap pasien BPJS Kesehatan dan pasien umum. Hasil temuan BPJS Watch, katanya, banyak pasien peserta BPJS Kesehatan yang disuruh menunggu berhari-hari terutama untuk mendapatkan tindakan operasi.

"Saya duga responden tidak mengetahui apa yang didapat oleh pasien umum ketika ke rumah sakit," tukasnya.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya