Berita

net

Kesehatan

Relawan Jokowi Keluhkan Buruknya Pola Kerja BPJS Kesehatan

SENIN, 04 JANUARI 2016 | 16:25 WIB | LAPORAN:

Sentral Gerakan Rakyat for Jokowi-JK (Segera JJ) menilai penyelenggaraan BPJS Kesehatan tidak maksimal dalam melayani masyarakat, khususnya warga miskin.

Contohnya, proses mendaftar versi premi membutuhkan waktu dua pekan untuk aktif. Sedangkan yang gratis memakan waktu hingga tiga bulan lamanya.

"Kemudian dalam penggunaan setelah BPJS aktif maka pasien masih dimintai kartu keluarga dan KTP, bila mendaftar ke rumah sakit. Padahal, pada saat mendaftar, kan sudah cukup jelas dalam persyaratan administrasinya," ujar Ketua Umum Segera JJ Akhrom Saleh kepada redaksi, Senin (4/1).


Menurut Saleh, seharusnya pola kerja BPJS Kesehatan lebih cepat lagi, mengingat sakit tidak dapat ditentukan waktunya.

"Begitu juga dengan saat pasien yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, di saat mereka sakit dan mendaftar di puskesmas atau rumah sakit, maka apa yang didapat oleh pasien, tentunya hal yang tidak menyenangkan," jelasnya.

Saleh juga mencontohkan dengan sebuah kasus di lapangan, di mana seorang pasien berusia sekitar 64 tahun dan mengalami sakit kanker di saluran usus (pembuangan kotoran). Setelah hampir sebulan pasien mendaftar terlebih dahulu sebagai peserta BPJS Kesehatan, agar bisa mendapatkan harga murah untuk operasi kankernya, dengan harapan semuanya gratis.

Usai mendaftar di salah satu rumah sakit pemerintah, pasien mendapatkan jawaban dari pihak rumah sakit, di mana untuk melakukan operasi harus menunggu hingga tiga bulan lamanya.

"Padahal, pasien itu sudah tidak sanggup lagi menahan nyeri di perutnya, harus menahan membuang air besar yang tersendat di tubuhnya. Artinya, bila pasien tidak kuat maka bukan tidak mungkin meninggal dunia," beber Saleh.

Karenanya, Saleh mendesak BPJS Kesehatan lebih peka terhadap pasien yang menjadi skala prioritas, mana penyakit ringan dan yang mana penyakit berat berbahaya. Kemudian adanya koordinasi terintegrasi dengan rumah sakit agar dapat mensinkronkan data pasien.

Segera JJ juga mendesak pemerintah memaksimalkan pelayanan kesehatan gratis yang optimal. Sehingga, tidak ada lagi pasien meninggal akibat pelayanan buruk dengan dalil bermacam-macam modus.

"Tidak ada kamar, tidak ada dokter karena jadwal yang padat, tidak lengkap administrasi, dan sebagainya," tandas Saleh. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya