Berita

bambang ps brodjonegoro/net

Data Resmi: Kondisi Fiskal 2015 Aman, Stabilitas Ekonomi Terjaga

MINGGU, 03 JANUARI 2016 | 21:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kondisi fiskal sepanjang tahun 2015 dalam situasi yang aman sehingga stabilitas perekonomian terjaga dengan baik secara berkesinambungan.

Menurut Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, dalam keterangannya kepada redaksi Kantor Berita Politik RMOL, Minggu malam (3/1) mengatakan bahwa realisasi belanja negara untuk sementara mencapai nilai sebesar Rp 1.810 triliun atau setara dengan 91,2 persen dari pagu dalam APBNP 2015 sebesar Rp 1.984,1 triliun.

"Realisasi belanja negara ini terutama dialokasikan pada sektor produktif, khususnya program infrastruktur dan kesejahteraan sosial," ujar Menkeu Bambang.


Sementara realisasi anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa untuk sementara mencapai angka Rp 623 triliun atau 93,7 persen dari pagu dalam APBNP 2015 sebesar Rp 664,6 triliun. Anggaran dana desa yang mulai dialokasikan mulai 2015 sebesar Rp 20,8 triliun telah disalurkan seluruhnya.

Program dana desa ini, sambungnya, sangat penting untuk mendorong aktivitas ekonomi di daerah dan mendukung pemerataan pembangunan.

Dari sisi realisasi pendapatan, Menkeu Bambang mencatat perolehan sementara sebesar Rp 1.491,5 triliun yang diperoleh dari penerimaan pajak, bea dan cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

"Angka ini setara dengan 84,7 persen dari sasaran dalam APBNP 2015, yakni Rp 1.761,6 triliun," kata alumni University of Illinois di Urbana-Champaign, Amerika Serikat ini.

Dari angka penerimaan itu, pria kelahiran Jakarta tahun 1966 itu menjelaskan, sebesar Rp 1.235,8 triliun diperoleh dari sektor pajak. Jumlah ini setara dengan 83 persen dari target perolehan pajak di dalam APBNP 2015 sebesar Rp 1.489,3 triliun.

"Tantangan utama pada aspek penerimaan ini adalah pada perlambatan ekonomi dan perlunya meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak yang akan terus diupayakan dengan reformasi perpajakan," katanya lagi.

Hal menarik yang dicatat Menkeu Bambang, di tengah melambatnya perekonomian, secara nominal pendapatan dari PPh Non Migas meningkat hingga mencapai Rp 547,5 triliun atau tumbuh sekitar 19 persen dibandingkan dengan realisasi tahun 2014.

Adapun secara keseluruhan Pajak Non Migas tumbuh sekitar 12% sebesar Rp 1.005,7 triliun. Dengan demikian total penerimaan pajak gross adalah sebesar Rp 1.150 triliun. Ini sudah termasuk alokasi kas untuk restitusi pajak dan total penerimaan pajak netto adalah sebesar Rp 1.055 triliun.

Berdasarkan realisasi sementara pendapatan negara sebesar Rp 1.491,5 triliun dan belanja negara sebesar Rp 1.810,0 triliun, maka dapat disimpulkan bahwa realisasi defisit anggaran dalam APBNP 2015 sebesar Rp 318,5 triliun, atau 2,8 persen dari PDB. Realisasi ini lebih tinggi dari target defisit anggaran dalam APBNP 2015 sebesar Rp 222,5 triliun atau 1,9 persen dari PDB.

Dalam UU 17/2003, disebutkan bahwa ketentuan maksimal defisit anggaran dalam APBN sebesar 3 persen.

"Dengan defisit tersebut, berimplikasi pada peningkatan realisasi pembiayaan anggaran yang mencapai  Rp 329,4 triliun atau 147,3 persen dari target dalam APBNP 2015 sebesar Rp 222,5 triliun. Realisasi pembiayaan anggaran tersebut berasal dari pembiayaan dalam negeri (netto) sebesar Rp 309,3 triliun dan pembiayaan luar negeri (netto) sebesar Rp 20,0 triliun," urai Menkeu Bambang.

Pada bagian akhir, Menkeu Bambang mengatakan, berdasarkan realisasi defisit anggaran sebesar Rp 318,5 triliun dan realisasi pembiayaan anggaran sebesar Rp 329,3 triliun terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) dalam APBNP 2015 sebesar Rp 10,8 triliun.

"Sehubungan dengan pengelolaan utang, outstanding utang per 31 Desember 2015 mencapai Rp 3.089 triliun. Dengan kondisi tersebut, Debt to GDP ratio ada pada kisaran 27 persen atau di bawah batas aman 60 persen seperti yang ditetapkan UU 17/2003," demikian Menkeu Bambang Brodjonegoro. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya