Berita

jusuf kalla/net

Keluarga JK Marah Soal PengPeng, Ini Pesan Adhie Massardi

MINGGU, 03 JANUARI 2016 | 15:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Belakangan berkembang wacana baru terkait "dwifungsi" penguasa yang sekaligus menjadi pengusaha. Istilah pengpeng yang digunakan Menko Rizal Ramli ini membuat gerah sementara pihak yang merasa tertohok.

Pengusaha Erwin Aksa, misalnya, menduga keras, pernyataan Rizal Ramli soal pengpeng itu ditujukan untuk pamannya yang juga Wapres Jusuf Kalla. Menurut Erwin Aksa, kalau Rizal Ramli hendak menyindir JK, sebut saja langsung namanya, jangan pakai istilah yang tidak ada di kamus.

Kalangan aktivis, di sisi lain, mengatakan bahwa substansi dari istilah pengpeng yang digunakan Rizal Ramli itu adalah apa yang selama ini kita kenal sebagai kolusi, korupsi dan nepotisme alias KKN.


Bahkan KKN ini juga yang menjadi pemicu gerakan rakyat melawan rezim Cendana di masa lalu yang berujung pada pengunduran diri Soeharto dari kursi presiden.

Kordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M. Massardi, beberapa saat lalu mengatakan, pengpeng memang harus dilenyapkan dari bumi nusantara. Seperti aktivi prodemokrasi dan antikorupsi lainnya, Adhie mengingatkan bahwa KKN atau politis model pengpeng ini yang menghambar pemerataan pembangungan di masa lalu.

"Apabila regulator sudah merangkap jadi kontraktor dan kongkalikong dengan investor maka semua program pemerintah untuk rakyat akan berubah menjadi proyek inkubator penetasan para koruptor yang terkutuk," demikian Adhie M. Massardi yang juga dikenal sebagai penyair Negeri Para Bedebah. [dem] 

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya