Berita

rachmawati soekarnoputri/net

Rachma: Ini Yang Membuat Indonesia Berubah Jadi Republik Garong

KAMIS, 31 DESEMBER 2015 | 23:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Memasuki tahun 2016, tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri meminta agar segala macam cara merekayasa hukum dihentikan.

Rekayasa hukum seperti yang terjadi dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan negara hingga Rp 600 triliun, misalnya, dapat dianggap menjadi pemicu dari semua kasus korupsi yang terjadi di masa reformasi.

Walau meragukan itikad penegak hukum dalam mengusut kasus ini, Rachma berharap kasus BLBI tidak dianulir.


Menurut Rachma, ada kesan kuat yang memperlihatkan lembaga-lembaga penegak terkesan sudah dikooptasi oleh kepentingan politik elit penguasa.

Contohnya cara-cara rekayasa kasus BG dimana skenario teknis hukum mulai dari praperadilan yang melanggar pasal 77 KUHAP, lalu dilempar ke Kejagung yang dikuasai oleh orang dari partai penguasa dan dikembalikan ke Polri yang juga dikuasai oleh partai penguasa,” sambungnya.

Rachmawati mengingatkan, cara-cara manipulasi rekayasa hukum seperti ini merupakan bencana sangat buruk bagi negara.

Inilah  yang membuat Indonesia bisa berubah menjadi republik garong, seperti yang pernah dikatakan Buya Syafii Maarif,” demikian Rachma. [dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya